Lumajang (beritajatim.com) – Progres pembangunan jembatan Gladak Perak sudah mencapai 95 persen. Pembangunan jembatan ini sempat terhenti karena terjangan lahar dingin gunung Semeru.
“Pembangunan sudah on progres dan akan dilanjutkan dan dituntaskan. Targetnya sih akhir tahun 2022 ini selesai, tapi karena ada bencana erupsi lagi saya kira agak molor sedikit,” ungkap Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, Selasa (6/12/2022) sore usai meninjau Pengungsi di Supiturang, Pronojiwo.
“Kalau progres pembangunanya sudah 95 persen untuk perakitannya ya, karena setelah selesai dirakit untuk pengaspalannya tidak sesusah merakit jembatannya,” tegas Thoriq.
Apakah kawasan Jembatan Gladak Perak yang jadi akses utama Malang-Lumajang sudah bisa diakses secara umum?
“Jembatan Gladak perak masih tertutup, masih ditutup. Karena masih banyak bebatuan akibat longsoran beberapa waktu lalu, sehingga tidak mungkin jembatan tersebut dibuka untuk umum,” ujar Thoriq.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gunung-semeru”]
Jembatan Gladak Perak hancur usai diterjang erupsi Semeru tahun 2021 lalu. Pemerintah kemudian menginisiasi pembuatan jembatan gantung di kawasan tersebut. Jembatan gantung ini hanya boleh di lintasi kendaraan roda dua saja.
Erupsi Semeru 4 Desember 2022 kemarin, jembatan gantung yang berada di kawasan Gladak Perak Lumajang, tidak mengalami kerusakan signifikan. Namun, untuk mempercepat proses pembangunan jembatan gantung Gladak Perak belum dibuka secara umum. [yog/but]







