Malang (beritajatim.com) – Pelaksanaan standarisasi kelas Hybrid learning dan ICLC (Internasional Cyber Learning Class) secara khusus pada mata kuliah Merdeka Belajar Kampus Merdek (MKBKM) di UIN Maliki Malang bakal dilakukan secara hybrid. Salah satu program itu terkait dengan program pertukaran pelajar antar PTKIN.
Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag menyampaikan jika penerapan kelas hybrid ini dikhususkan pada program pertukaran pelajar sejak semester ganjil akan terealisasi. “Hal ini tentu membutuhkan dukungan dan kerjasama dari masing-masing fakultas dan prodi yang ada di UIN Maliki Malang,” tuturnya pada Kamis (28/07/2022).
Dia berharap program pertukaran pelajaran dapat memudahkan mahasiswa mengambil mata kuliah sesuai profesi dan keilmuan. “Melalui program pertukaran pelajar ini diharapkan semua mahasiswa bisa lebih mudah dalam mengambil matakuliah sesuai dengan profesi dan keilmuannya masing-masing,” harapnya.
Terkait mekanisme pelaksanaan, kata Umi Sumbulah, pertukaran pelajar antar kampus PTKIN ini akan dilaksanakan secara daring. “Sehingga diharapkan hal ini bisa mempermudah pelaksanaannya dan tentunya akan menghemat waktu dan biaya,” paparnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”UIN-Malang”]
Dia memberi instruksi agar tiap prodi di jenjang sarjana maupun pasca sudah siap dengan segala sarana prasarananya. “Namun, masing-masing prodi S1 maupun Pascasarjana harus menyiapkan segala sarpras yang dibutuhkan untuk menunjang lancarnya program tersebut,” paparnya.
Selain itu, UIN Malang juga sudah bekerja sama dengan Indonesia Cyber Education (ICE) guna menyiapkan segala kebutuhan dan mekanisme pelaksanaan. Umi juga mohon dukungan agar proses pelaksanaan program MBKM itu dapat terwujud dengan baik sesuai dengan apa yang diharapkan bersama. “Semoga dengan adanya MBKM ini UIN Maliki Malang bisa semakin maju dan berkembang menuju kampus unggul dan bereputasi internasional,” imbuh Umi. [dan/but]






