Gresik (beritajatim.com)- Demontration plot atau demplot pupuk non subsidi (komersial) mampu meningkatkan produktivitas tanaman padi. Hal itu dilakukan di salah satu daerah di Kabupaten Lima puluh Kota, Sumatera Barat. Dari hasil tersebut, petani di daerah itu hasil panennya naik hingga 75 persen dengan menggunakan pupuk non subsidi yakni Petro ZA plus dan Phosgreen.
Seperti diketahui, keberadaan pupuk non subsidi selama masih dianggap hal yang baru bagi petani. Pasalnya, hampir sebagian besar petani di Indonesia memanfaatkan pupuk bersubsidi yang selama ini penyalurannya melalui gabungan kelompok tani (Gapoktan) sesuai dengan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK). Kekurangan pupuk bersubsidi yang terbatas itu, petani bisa memanfaatkan pupuk non subsidi. Dimana hasil produktivitas panen sama-sama meningkat.
Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo menuturkan, berdasarkan estimasi hasil panen menggunakan pupuk non subsidi pada lahan demplot bisa mencapai 7 ton per hektare. Sedangkan rata-rata produktivitas petani setempat 4 ton per hektare, sehingga ada peningkatan 3 ton setiap hektarenya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pupuk”]
“Sebagai perusahaan solusi agroindustri kami siap menghadirkan produk pertanian dari hulu ke hilir. Setiap produk yang dihadirkan merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap peningkatan kesejahteraan petani,” tuturnya, Minggu (26/2/2023).
Dalam demplot di Lima Puluh Kota ini, Petrokimia Gresik menggunakan pupuk komersil yaitu Petro ZA Plus, Phosgreen dan NPK Phonska Plus. Selain itu, perusahaan BUMN yang beroperasi di Gresik itu juga menggunakan Kapur Pertanian (Kaptan) Kebomas yang berfungsi sebagai pembenah tanah.
“Hasil panen ini menjadi bukti jika penggunaan pupuk non subsidi mampu meningkatkan pendapatan petani. Harga pupuknya memang lebih mahal dibandingkan dengan pupuk subsidi, tapi hasil panen menjadi lebih optimal,” ujar Dwi Satryo.
Dua pupuk non subsidi ini menjadi alternatif substitusi bagi petani yang membutuhkan produk ZA dan SP-36 yang saat ini sudah tidak lagi disubsidi oleh pemerintah sesuai Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 10 Tahun 2022.
Ia menambahkan, melalui demplot yang telah dilaksanakan selama 3,5 bulan ini dapat diduplikasi oleh petani lainnya. Sehingga, mampu mendorong perekonomian daerah. “Pupuk non subsidi keunggulannya sangat lebih dibanding pupuk subsidi. Demplot yang kami lakukan di Sumatera Barat itu bisa menjadi duplikat bagi daerah lain,” imbuhnya. [dny/suf]






