Blitar (beritajatim.com) – Program makam siang gratis yang digagas oleh Capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo-Gibran nyatanya mampu menyerap lebih dari 6 ton telur dari peternak Blitar. Sejak awal berjalan hingga saat ini, progam makan gratis ini selalu menggunakan telur sebagai lauknya.
Dampaknya, telur dari peternak di Blitar bisa terserap sehingga harga tetap terjaga. Disisi lain, para peternak diuntungkan karena pendapatannya meningkat imbas bertambahnya permintaan untuk lauk program makan gratis.
“Saya saja dan Niken itu sudah menyerap sekitar 6 ton telur dari peternak, itu kan buat lauk di makan gratis itu to, makanya harga telur sekarang stabil,” kata Wakil Ketua DPC Gerindra, Tomi Gandhi, Selasa (16/01/24).
Caleg DPRD Jawa Timur, mengaku telah mengeluarkan uang puluhan juta rupiah untuk membeli telur dari peternak Blitar. Begitu pula dengan Caleg DPRD Kabupaten Blitar, Niken Nurma Yunita, yang juga telah merogoh kocek puluhan juta rupiah untuk membeli berton-ton telur, untuk program makan siang gratis.
“Ini masih kami berdua lo, belum Caleg atau pengurus partai Gerindra yang lain, apa enggak berpuluh-puluh ton itu telur yang terserap, tentu ini akan membantu warga dan membantu peternak juga,” imbuhnya.
Program Makan Siang Gratis Instruksi Pusat Langsung
Progam makan siang gratis ini merupakan instruksi langsung dari Prabowo-Gibran. Sehingga semua daerah di Indonesia pasti akan menggelar program makan siang dan susu gratis untuk warga.
Selain membantu pemenuhan gizi warga, kegiatan ini pun diklaim bisa menggerakkan roda perekonomian. Selain sektor peternakan ayam petelur dan susu, program ini juga menyerap tenaga kerja untuk memasak makanan.
“Ini membantu warga antusiasme juga tinggi, peternak untung, tenaga kerja terserap, masyarakat tercukupi kebutuhan gizinya,” ujarnya.
Permintaan Tinggi
Disisi lain, peternak ayam petelur Blitar mengaku terbantu dengan program Capres-cawapres nomor urut 02. Menurut peternak, progam ini mampu menyerap telur dan menjaga kestabilan harga karena tingginya permintaan.
“Cocok banget ini programnya, karena bisa menyerap telur dari peternak, top pokoknya bapak Prabowo dan Mas Gibran,” kata Eni, peternak ayam petelur Blitar.
Eni pun berharap, program ini bisa terus berkelanjutan. Menurutnya, jika program ini terus berjalan maka roda perekonomian di sektor peternakan juga akan semakin meningkat.
“Pak Prabowo itu orangnya bagus, programnya juga bertujuan untuk mensejahterakan rakyat termasuk peternak,” tutupnya.
Saat ini harga telur ayam masih stabil di angka Rp. 28 ribu hingga Rp. 29 ribu rupiah per kilogram. Para peternak pun berharap dengan adanya serapan telur untuk program makan gratis ini, harga bisa terus stabil. [owi/aje]






