Malang (beritajatim.com) – Biomassa merupakan sumber energi yang dapat didaur ulang atau renewable contohnya. Limbah biomassa dapat diperoleh dari sektor kehutanan, perkebunan, pertanian, peternakan dan perikanan.
Menurut Prof. Dr. Ir. Bambang Dwi Argo dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa timur berpotensi menghasilkan limbah biomassa yang relatif cukup besar. Lebih dari 10%, khususnya untuk tanaman padi dan tebu dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia.
“Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat potensi bioenergi di Indonesia mencapai 32,6 gigawatt (GW). Dari total potensi tersebut, pemanfaatannya saat ini baru sebesar 1,9 GW atau sekitar 5,7 persen. Tentu ini butuh pemikiran bersama pemikiran untuk menunjukan sebaran potensi energi biomassa di Indonesia,” ujar Prof Bambang, Rabu (6/9/2023) melalui WhatsApp.
Baca Juga: Influencer Promosi Judi Online, Dosen UM Surabaya Ingatkan Nalar Kritis
Komoditi yang dhitung dengan kontribusi dari limbah padi sebesar 54,52 %, limbah jagung 9,74%, limbah singkong 6,45%, limbah kelapa sawit 2,29%, limbah kelapa dalam 2,3%, dan limbah hutan produksi 24,69%. Hasil perhitungan didapat besar potensi energi dari limbah ke enam komoditi tersebut sebesar 35,6 GW.
“Menurut saya yang penting menjadi catatan terkait pemanfaatan limbah biomassa untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomi tinggi membutuhkan teknologi konversi. Dengan demikian, limbah biomassa berpotensi untuk dapat dikonversi menjadi sumber energi atau produk produk turunan yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi,”
Dibutuhkan proses konversi sehingga peta jalan pendidikan (kurikulum) dan kegiatan penelitian yang ada di FTP dapat diarahkan untuk dapat memperdalam dan menguasai serta mengembangkan teknologi konversi tersebut.
Baca Juga: Warga Sidoarjo Punya 95 Akun Fiktif, Bikin 107 Ribu Transaksi Lewat Gojek
“Saya berharap informasi yang disampaikan ini dapat dilanjutkan dengan membuat konsep atau gagasan ide besar yang dapat menjadikan limbah biomassa bermanfaat bagi kesejahteraan bangsa Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Timur,” tuturnya mengakhiri keterangan. (dan/ian)






