Malang (beritajatim.com) – Guru Besar Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Brawijaya (Fmipa UB) Prof. Dra. Hermin Sulistyarti, Ph.D., sukses membuat teknik µPAD-Smartphone sebagai metode deteksi kimia secara cepat, mudah dan akurat. Prof Hermin menjelaskan bahwa teknik ini dapat menjamin kualitas berbagai bahan.
“Teknik ini bisa digunakan untuk mendeteksi kandungan dan kualitas di dalam bahan pangan, pupuk, obat, kosmetik, lingkungan dan kesehatan. Nanti masyarakat umum juga bisa dengan mudah menggunakannya,” ungkap profesor ke-27 di FMIPA ini.
Menurut Profesor aktif ke 207 di UB tersebut teknik dan metode analisis kimia merupakan bidang yang krusial dalam kehidupan manusia untuk menjamin kualitas berbagai bahan. Akibat dari rendahnya monitoring pada hal tersebut berdampak pada terus meningkatnya berbagai kasus pemalsuan pupuk, obat-obatan, kosmetik serta permasalahan kesehatan.
“Kualitas monitoring tentu sangat dipengaruhi oleh ketersediaan teknik analisis cepat, akurat, teliti, dan mudah dengan biaya yang terjangkau. Salah satu instrumen yang dapat digunakan dalam analisis bahan kimia yang mudah dijangkau adalah smartphone,” kata Prof Hermin saat jumpa media, Senin (15/1/2024) siang.

Smartphone sudah bukan lagi menjadi barang mewah, melainkan dimiliki semua kalangan. Sistem operasi, prosesor, memori internal, dan lensa kamera dengan kualitas tinggi pada smartphone dapat dimanfaatkan sebagai alat pendeteksi lebih mudah diakses dan murah dibandingkan perangkat analitik portable lain.
“Sistem operasi, prosesor, memori internal, dan lensa kamera berkualitas tinggi pada smartphone dapat kita manfaatkan sebagai alat pendeteksi yang lebih mudah diakses dan lebih murah dibandingkan perangkat analitik portable lain,” kata Profesor ke 367 dari seluruh Profesor yang telah dihasilkan oleh UB ini.
Penggabungan teknik µPAD-smartphone mampu menghasilkan teknik analisis kimia yan. Teknik ini membuka peluang untuk cepat, mudah, murah, selektif, dan akurat. pengembangan perangkat rapid test atau rapid diagnostic yang sangat berguna untuk penerapan di lapang (tidak harus di laboratorium) dan bisa dioperasikan oleh masyarakat awam.
Prof Hermin berharap melalui teknik µPAD-smartphone dapat berfungsi sebagai smart analyzer yang mampu menggantikan instrumentasi analisis yang rumit dan mahal untuk diagnostik baik untuk bidang kesehatan maupun lingkungan. Smartphone yang digunakan berbentuk sebuah aplikasi.
“Namun, smartphone yang saat ini belum tersedia secara masif di PlayStore maupun AppStore sebab masih dalam tahap pengembangan. Meski demikian, teknik itu sudah didaftarkan HaKI, hanya belum mendapat hak paten,” ungkapnya menutup.
Sebagai informasi UB akan mengukuhkan empat profesor baru. Prosesi pengukuhan yang diselenggarakan pada Rabu (17/1/24) ini, UB menambah satu profesor dari empat fakultas, yaitu, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Teknologi Pertanian, Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. [dan/but]






