Blitar (beritajatim.com) – Korps Sukarela (KSR) Prodi D3 Keperawatan Blitar – Poltekkes Kemenkes Malang, menggelar latihan dasar water rescue atau Teknik dasar penyelamatan dan kedaruratan dalam air. Kegiatan ini merupakan upaya dari Polkesma Malang meningkatkan kapasitas para mahasiswa sebagai wujud cerminan visi misi kampus dalam keperawatan kegawatdaruratan dan bencana .
“Kegiatan ini agar kemampuan personel Korps Sukarela (KSR) dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi kondisi kedaruratan di air serta menghadapi potensi bencana banjir,” ucap Wiwin Martiningsih, selaku Ketua Prodi D3 Keperawatan Blitar – Polkesma Malang, Jumat (02/06/23).
Pelatihan water rescue ini sebenarnya adalah agenda rutin yang sudah biasa dilakukan oleh Polkesma Malang. Namun kegiatan pelatihan teknik dasar penyelamatan dan kedaruratan dalam air ini sempat vakum selama 2 tahun lebih akibat adanya pandemi Covid-19.
Dalam kegiatan ini, Polkesma Malang menggandeng fasilitator dari para penggiat olah raga arus deras serta relawan sosial Blitar (Resob). Semua penggiat dan Resob yang digandeng oleh Polkesma ini sudah memiliki sertifikasi BNSP dan telah lulus pelatihan Basarnas.
Baca Juga: Stok Blangko E-KTP Kabupaten Blitar Menipis
Polkesma Malang berharap kegiatan ini pun dapat meningkatkan skill mahasiswa dalam kegawatdaruratan dan bencana.
“Semua fasilitator yang kita gandeng sudah memiliki sertifikat maka besar harapan kami ini bisa menambah kemampuan serta skill mahasiswa,” imbuhnya.
Kegiatan ini pun diikuti oleh 94 mahasiswa Prodi D3 Keperawatan Polkesma Malang. Tidak hanya mahasiswa kegiatan yang bertujuan untuk mengasah skill dan kemampuan untuk penyelamatan di air ini juga diikuti oleh para dosen gawat darurat serta tenaga kependidikan yang mempunyai keahlian water rescue.
“Semua mahasiswa ikut dalam kegiatan ini besar harapan kami bisa memberi manfaat kepada para mahasiswa,” ujar Kaprodi perempuan itu.
Baca Juga: Meriahnya Festival Lentera di Bulan Bung Karno Kota Blitar
Dalam pelatihan ini para mahasiswa diberikan berbagai teori tentang water rescue. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktek di kolam renang.
Selain bisa menambah skill dan meningkatkan kapasitas para mahasiswa sebagai wujud cerminan visi misi kampus dalam keperawatan kegawatdaruratan dan bencana, kegiatan ini juga bisa digunakan sebagai ajang meningkatkan kekompakan dan persatuan. (owi/ted)






