Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya menatap laga pekan ke-31 Super League 2025/2026 dengan kewaspadaan tinggi. Bajul Ijo dijadwalkan menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (2/5/2026) pukul 15.30 WIB.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares menekankan tentang pentingnya menjaga sikap rendah hati. Ia menilai posisi PSBS Biak di papan bawah klasemen justru bisa menjadi faktor yang membuat tim lawan tampil tanpa beban dan berpotensi menyulitkan.
“Kami harus tetap rendah hati. PSBS Biak bermain tanpa beban. Meski mereka berada dalam situasi sulit, itu justru bisa membuat mereka tampil lebih lepas. Karena itu kami harus menghormati mereka,” ujar Tavares.
PSBS Biak yang dikenal dengan julukan Badai Pasifik, saat ini memang belum menunjukkan performa konsisten, dengan baru mengoleksi empat kemenangan sepanjang musim. Namun, semangat juang mereka dinilai tetap menjadi ancaman yang tidak bisa diabaikan.
Tavares menegaskan bahwa fokus utama Persebaya adalah menjaga performa tim sendiri. Disiplin dalam menjalankan strategi dan instruksi pelatih menjadi kunci untuk meraih hasil maksimal.
“Kami harus fokus pada diri sendiri. Menjalankan rencana permainan, mengikuti instruksi, dan memberikan yang terbaik, baik secara mental maupun dalam permainan,” katanya.
Ia juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak terjebak pada ekspektasi kemenangan mudah. Menurutnya, pola pikir seperti itu justru berpotensi merugikan tim.
“Kami tidak boleh berpikir akan menang dengan mudah atau skor besar. Itu pendekatan yang keliru. Kami harus menganggap mereka sebagai tim yang kuat dan tetap disiplin sepanjang pertandingan, baik saat menguasai bola maupun saat bertahan,” tegas pelatih asal Portugal tersebut.
Di sisi lain, PSBS Biak datang ke Surabaya dengan tekad mencuri poin. Tim asuhan Kahudi Wahyu memastikan kesiapan mereka, baik dari sisi teknis maupun mental, meski berada dalam situasi yang tidak ideal.
Kahudi menyebut kondisi pemain cukup baik setelah menjalani latihan setibanya di Surabaya. Ia optimistis timnya bisa memberikan perlawanan sengit kepada tuan rumah.
“Alhamdulillah kami sudah tiba di Surabaya dan siap untuk melakoni pertandingan besok sore. Anak-anak sudah berlatih dan memahami aspek yang perlu dibenahi agar bisa tampil maksimal,” ujar Kahudi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PSBS tidak datang sebagai tim pelengkap. Motivasi untuk meraih hasil positif tetap menjadi target utama.
“Kami tidak datang sebagai pelengkap. Kami masih punya harapan, dan saya tekankan kepada pemain untuk bertanggung jawab terhadap diri mereka sebagai profesional,” katanya. (faw/ted)






