Jakarta (beritajatim.com) – Madura United mengawali pekan ke-18 Super League 2025/2026 dengan menghadapi Persija Jakarta pada Jumat (23/1/2026). Gim ini akan berlangsung di Jakarta International Stadium mulai pukul 19.00 WIB.
Laskar Sape Kerrab datang dengan kepercayaan diri tinggi meski harus bertandang ke ibu kota. Kondisi Persija yang pincang akibat badai cedera dan sanksi disiplin menjadi salah satu faktor yang menambah optimisme tim asal Pulau Garam tersebut.
Namun, Madura United tetap mewaspadai kekuatan Macan Kemayoran yang mendatangkan dua pemain asing anyar pada putaran kedua kompetisi.
Pelatih Madura United, Carlos Parreira, menyebut jeda kompetisi dimanfaatkan timnya untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Hasilnya, komposisi skuad kini lebih solid, termasuk dengan hadirnya dua pemain baru yang siap menjalani debut.
“Kami melakukan persiapan dengan baik dan kini bisa menurunkan pemain yang baru didatangkan klub. Hal itu tentu akan memberikan dampak positif bagi tim,” ujar Carlos.
Ia juga memastikan kondisi pemain yang sebelumnya dibekap cedera mulai pulih. Selain itu, Mendonça sudah dapat kembali bermain setelah menyelesaikan masa hukuman kartu.
“Banyak pemain yang sudah pulih dari cedera dan sanksi. Saya rasa tim kami akan tampil kuat di pertandingan besok,” lanjutnya.
Madura United tiba di Jakarta sejak Rabu malam untuk mematangkan persiapan jelang laga penting ini.
Di kubu tuan rumah, Persija Jakarta dipastikan tidak tampil dengan kekuatan penuh. Lima pemain harus absen karena kombinasi cedera dan sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Hanif Sjahbandi dipastikan menepi cukup lama setelah didiagnosis mengalami cedera tulang rawan lutut. Gelandang bernomor punggung 19 itu harus menjalani operasi dan diperkirakan absen hingga enam bulan.
Sementara itu, Van Basty Souza mengalami robekan ligamen bahu. Meski tidak memerlukan operasi, pemain asal Brasil tersebut tetap harus menjalani masa pemulihan.
Selain cedera, Persija juga kehilangan sejumlah pemain akibat sanksi disiplin. Souza, yang juga cedera, mendapat hukuman larangan bermain dua pertandingan dan denda Rp75 juta akibat gestur tidak pantas ke arah tribun saat laga kontra Persib pada 11 Januari 2026.
Masih dari pertandingan yang sama, Bruno Tubarao dijatuhi sanksi tambahan karena pelanggaran serius dengan menginjak kaki pemain lawan. Komdis PSSI menjatuhkan larangan bermain dua laga serta denda Rp10 juta di luar kartu merah yang diterimanya di lapangan.
Sementara itu, Fabio Calonego dan Ryo Matsumura masih harus melanjutkan sanksi Komdis yang diterima saat menghadapi Semen Padang pada 22 Desember 2025. [faw/suf]






