Surabaya (beritajatim.com) – Arema FC mengusung misi bangkit saat menjamu PSM Makassar pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (9/5/2026) pukul 15.30 WIB. Bermain di hadapan ribuan Aremania, Singo Edan bertekad mengakhiri tren dua kekalahan beruntun yang menodai performa mereka dalam beberapa laga terakhir.
Kekalahan telak dari Persebaya Surabaya dan Persik Kediri menjadi bahan evaluasi serius bagi tim asuhan Marcos Santos. Pelatih asal Brasil itu menegaskan seluruh pemain telah menjalani persiapan lebih matang demi mengembalikan kepercayaan publik sekaligus mengamankan kemenangan di kandang sendiri.
“Kita persiapan dengan lebih baik dari laga sebelumnya, motivasi pemain baik, dengan support dari Aremania, pemain tanggung jawab, besok kita siap untuk balas kekalahan dua laga sebelumnya,” ujar Marcos Santos.
Marcos menilai laga kontra PSM tidak akan berjalan mudah. Menurutnya, tim tamu memiliki motivasi besar karena masih dibayangi ancaman degradasi. Situasi tersebut dinilai bisa menjadi kekuatan tambahan bagi Juku Eja untuk tampil habis-habisan di Kanjuruhan.
“Mereka pasti datang dengan semangat habis-habisan, tetapi kami juga punya misi sendiri. Para pemain tahu tanggung jawab mereka, apalagi bermain di hadapan Aremania. Dua laga sebelumnya kami kecewa, sekarang saatnya membayar itu,” katanya.
Saat ini, PSM Makassar berada di peringkat ke-13 klasemen sementara dengan koleksi 34 poin. Posisi tersebut belum sepenuhnya aman karena hanya terpaut tujuh angka dari Persis Solo yang menghuni batas atas zona degradasi. Tambahan tiga poin menjadi target mutlak agar peluang bertahan di kasta tertinggi semakin terbuka.
Di sisi lain, winger Arema FC Gabriel Silva menegaskan timnya sudah melupakan hasil buruk dalam dua pertandingan sebelumnya. Ia menyebut seluruh pemain kini fokus menghadapi PSM demi mempersembahkan kemenangan bagi Aremania.
“Kami sudah recovery dengan baik, tapi jujur kami dibuat kaget dengan kekalahan beruntun dua kali. Arema tim besar, bisa sebenarnya di atas klasemen. Sekarang kita fokus lawan PSM, untuk berikan yang terbaik bagi Aremania,” ujar Gabriel Silva.
Gabriel optimistis Arema mampu bangkit karena kondisi fisik dan mental pemain perlahan kembali stabil. Dukungan penuh suporter di Stadion Kanjuruhan juga diyakini menjadi energi tambahan bagi Singo Edan untuk kembali ke jalur kemenangan.
Sementara itu, PSM Makassar datang ke Malang dalam situasi tidak ideal. Juku Eja diterpa badai cedera yang membuat sejumlah pemain inti dipastikan absen pada laga penting tersebut.
Asisten Pelatih PSM Makassar Ahmad Amiruddin mengakui kondisi timnya cukup sulit jelang menghadapi Arema FC. Meski demikian, ia memastikan semangat pemain tetap tinggi demi membawa pulang poin dari kandang lawan.
“Persiapan kami kurang ideal karena banyak pemain yang tidak bisa tampil akibat proses pemulihan cedera. Namun, itu tidak menurunkan semangat kami,” kata Ahmad Amiruddin.
Kondisi tersebut membuat tim pelatih harus memaksimalkan pemain pelapis. Ahmad menilai laga melawan Arema menjadi kesempatan bagi para pemain muda maupun pelapis untuk membuktikan kualitas mereka di level kompetisi tertinggi.
“Saya sudah sampaikan ke para pemain bahwa besok adalah kesempatan kalian memperlihatkan bahwa kalian layak di posisi ini, posisi starting maksudnya,” ujarnya.
Gelandang PSM Makassar Akbar Tanjung juga menyoroti pentingnya menjaga konsentrasi selama pertandingan berlangsung. Ia mengakui timnya kerap kehilangan fokus dalam beberapa laga terakhir sehingga berdampak pada hasil akhir.
“Kami harus lebih fokus daripada Arema. Kami sadar dalam beberapa pertandingan terakhir sering kehilangan fokus,” ujar Akbar Tanjung. (faw/kun)






