Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC bersiap menjamu PSIM Yogyakarta dalam lanjutan Super League di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan pada Sabtu, 10 Januari 2026. Laga krusial ini menjadi sangat istimewa bagi tuan rumah karena bertepatan dengan peringatan Hari Jadi ke-10 klub berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut.
Seluruh elemen tim berkomitmen memberikan kemenangan penuh sebagai kado spesial bagi suporter setia Madura Bersatu. Pelatih Madura United FC, Carlos Periera, menyebut motivasi para pemain kini tengah meningkat tajam menjelang momen bersejarah ini.
“Laga ini bukan sekedar pertandingan biasa, tetapi laga ini menjadi sangat penting untuk mendapatkan 3 poin penuh (mengamankan poin dari PSIM Yogyakarta). Motivasi pemain juga cukup meningkat karena laga ini sebagai bagian dari perayaan satu dekade tim ke kancah sepakbola nasional,” kata Carlos Periera, Kamis (8/1/2026).
Juru taktik berkebangsaan Brasil tersebut mengingatkan anak asuhnya bahwa angka 10 memiliki makna mendalam bagi eksistensi klub. Ia menekankan tanggung jawab besar untuk menjaga marwah tim pada hari ulang tahun yang bertepatan dengan tanggal pertandingan.
“Angka 10 merupakan tanggal yang sangat penting bagi klub, kami sadar tanggungjawab dari laga ini sangat besar, sehingga 3 poin sangat penting bagi kami,” tegasnya. Pertandingan ini juga diproyeksikan menjadi titik balik untuk memperbaiki posisi tim di papan klasemen sementara.
“Laga Spesial ini bisa menjadi memen positif bagi tim untuk memperbaiki performa dan posisi klasemen, termasuk juga harus menjadi awal kebangkitan di sisa kompetisi musim ini. Sehingga 3 poin sangat penting bagi kami, kami ingin memberikan hadiah spesial, dan kami bisa merealisasikan ini dengan baik,” imbuh Carlos.
Manajemen Madura United turut menyiapkan strategi khusus untuk menggaet antusiasme suporter agar memenuhi tribun Stadion Gelora Rato Pemelingan. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah pemberlakuan promo tiket spesial berupa sistem beli satu gratis satu.
Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan atmosfer “merah-putih” yang intimidatif bagi tim tamu sepanjang pertandingan berlangsung. Dukungan masif dari publik Madura dinilai menjadi kunci utama untuk memompa semangat juang para pemain di lapangan hijau.
Bagi anggota komunitas suporter, mekanisme tiket telah diatur secara otomatis dengan skema beli satu tiket plus satu tiket bundling bertanda khusus. Harga tiket untuk komunitas dibanderol sebesar Rp 40 ribu ditambah PPN 10 persen, sehingga total yang dibayarkan sekitar Rp 44 ribu.
Pihak manajemen memastikan bahwa tiket bundling tersebut bersifat eksklusif dan tidak diperjualbelikan secara bebas di luar komunitas resmi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan apresiasi yang tepat sasaran bagi pendukung fanatik yang telah mengawal perjalanan satu dekade klub.
Saat ini Madura United masih tertahan di posisi ke-13 klasemen sementara dengan koleksi 17 poin dari 16 laga yang telah dijalani. Laskar Sape Kerrab mencatatkan hasil 4 kali menang, 5 kali imbang, dan 7 kali menelan kekalahan sepanjang musim ini.
Statistik menunjukkan lini belakang Madura United perlu waspada setelah kebobolan sebanyak 21 gol dan baru memasukkan 18 gol. Laga melawan PSIM akan menjadi ujian berat mengingat tim tamu memiliki performa yang jauh lebih stabil di papan atas.
PSIM Yogyakarta saat ini bertengger di posisi ke-6 klasemen sementara dengan torehan 27 poin yang cukup impresif. Laskar Mataram sukses mengamankan 7 kemenangan, 6 hasil imbang, dan hanya menelan 3 kekalahan dari 16 pertandingan.
Klub asal Yogyakarta ini juga memiliki produktivitas gol yang baik dengan koleksi 20 gol dan pertahanan solid yang baru kebobolan 18 kali. Pertemuan ini diprediksi akan menjadi duel sengit antara semangat juang hari jadi melawan konsistensi tim tamu.
Target tiga poin menjadi harga mati bagi Madura United untuk merayakan momen sepuluh tahun berkiprah di kancah sepak bola nasional. Perjuangan di SGMRP lusa akan menjadi pembuktian sejauh mana Laskar Sape Kerrab mampu bangkit dari keterpurukan klasemen. [pin/beq]






