Jakarta (beritajatim.com) – Persib Bandung akan melanjutkan perjalanannya di Super League 2025/2026 dengan menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Senin (22/9/2025) sore WIB. Pertandingan pekan keenam ini diprediksi bakal berjalan sengit dan penuh drama.
Setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Persebaya Surabaya pekan lalu, Persib kini bertekad untuk menjaga tren positif tersebut. Saat ini, Persib berada di posisi ke-10 dengan tujuh poin.
Sementara Arema FC, yang mengalami kekalahan mengejutkan 1-2 dari Dewa United Banten pada 13 September 2025, berusaha bangkit dan kembali ke jalur kemenangan. Arema saat ini tertahan di posisi ketiga dengan delapan poin.
Kedua tim hanya berbeda satu poin, menjadikan laga ini sangat penting untuk menentukan posisi mereka di klasemen.
Pertandingan ini akan menjadi yang ke-15 antara kedua tim di kompetisi tertinggi sejak era Liga 1 pada 2017. Persib Bandung memiliki catatan bagus melawan Arema FC dengan tujuh kemenangan, sementara Arema hanya dua kali menang dan enam pertandingan lainnya berakhir imbang.
Persib Bandung tidak pernah kalah dari Arema FC dalam kompetisi tertinggi selama hampir empat tahun terakhir. Kekalahan terakhir mereka terjadi pada 28 November 2021 dengan skor 0-1.
Catatan tak terkalahkan ini sudah berlangsung selama 1.393 hari, menjadi modal motivasi bagi Persib untuk melanjutkan dominasinya.
Arema FC akan mengandalkan ketajaman penyerang asal Brasil, Dalberto, yang telah mencetak tujuh gol dari empat pertandingan di musim ini. Pemain berusia 31 tahun ini kini menjadi top skorer sementara BRI Super League 2025/26, dan akan menjadi ancaman utama bagi pertahanan Persib.
Setelah tampil di ajang AFC Champions League 2 (ACL 2) melawan Lion City Sailors FC, pelatih Persib, Dejan Hodak, menilai masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam hal menyelesaikan peluang menjadi gol.
Dalam laga melawan Lion City, Persib sempat unggul 1-0, namun harus puas dengan hasil imbang 1-1 setelah kebobolan di menit akhir. Hodak menegaskan bahwa tim harus lebih baik dalam menutup pertandingan agar kemenangan bisa diraih.
“Kami sudah menciptakan peluang untuk mencetak gol kedua, namun gagal memanfaatkannya. Ini menjadi bahan evaluasi penting untuk kami,” ujar Hodak.
Sementara itu, Pelatih Arema, Marcos Santos, mengungkapkan bahwa kekalahan 1-2 dari Dewa United menjadi pelajaran berharga. Ia menegaskan bahwa tim harus segera bangkit dan terus bekerja keras agar tetap berada di jalur juara.
“Kekalahan adalah bagian dari sepak bola, tetapi kami harus segera bangkit dan menjaga peluang di papan atas,” kata Santos. (faw/but)






