Surabaya (beritajatim.com) – Hari ini, podcast “Press Klaar” beritajatim.com menghadirkan Ketua DPC Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, S.H., M.H., sebagai tamu istimewa.
Dalam episode kali ini, diskusi yang mendalam berlangsung mengenai persiapan calon pemimpin daerah Surabaya yang memiliki visi dan misi selaras dengan Presiden, serta beberapa isu penting lainnya terkait Pilwali dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).
Visi Misi Pemimpin Surabaya
Cahyo Harjo Prakoso menekankan pentingnya memilih calon pemimpin Surabaya yang memiliki visi dan misi yang sejalan dengan Presiden. Menurutnya, sinergi visi ini harus didukung dengan impian bersama yang kuat untuk mencapai tujuan yang lebih besar.
“Kita harus mencari sosok yang mampu menjadi pemimpin satu Surabaya, yang benar-benar memahami dan mampu mengimplementasikan visi pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Meningkatkan IPM Surabaya
Salah satu topik utama yang dibahas adalah pentingnya menjaga dan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Surabaya. Cahyo mengingatkan bahwa sebelumnya, Surabaya memegang posisi nomor satu di Jawa Timur dalam hal IPM, dan prestasi ini harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan.
“Surabaya harus terus menjadi contoh dalam pembangunan manusia yang berkualitas di Jawa Timur,” tegasnya.
Kesempatan Sama di Pilkada
Dalam konteks Pilkada, Cahyo menegaskan bahwa setiap calon memiliki kesempatan yang sama untuk menang. Semua calon, menurutnya, memiliki potensi yang kuat, baik dari dalam maupun luar Gerindra.
“Fokus kita saat ini juga tertuju pada tokoh-tokoh pengusaha karena Surabaya merupakan episentrum politik dan ekonomi di Jawa Timur. Kita butuh pemimpin yang benar-benar memahami dinamika ini,” tambah Cahyo.
Komposisi Wali Kota dan Wakil Walikota
Mengenai komposisi calon wali kota dan wakil wali kota, Cahyo berpendapat bahwa posisi nomor satu atau dua bukanlah acuan utama. Yang paling penting adalah pasangan calon diminati oleh masyarakat dan mampu memberikan manfaat yang nyata.
“Tidak ada kepentingan pribadi dalam hal ini. Yang terpenting adalah apakah calon tersebut bisa memimpin dengan baik atau tidak,” kata Cahyo. “Jika bisa menang tapi tidak bisa memimpin, berarti kita (Gerindra) kalah.”
Koalisi Gerindra
Gerindra Surabaya yang memiliki delapan kursi di DPRD saat ini mengkoordinasikan komunikasi dengan partai-partai lain seperti Golkar, PSI, PAN, Demokrat, PBB, dan Gelora. Cahyo menegaskan bahwa komunikasi berjalan dengan baik dan semua partai memiliki pemikiran yang sama mengenai masa depan Surabaya.
Persiapan Menghadapi Ibu Kota Baru
Terkait dengan perpindahan ibu kota ke IKN, Cahyo menekankan bahwa Jawa Timur, khususnya Surabaya, harus mempersiapkan diri sebagai episentrum baru.
“Surabaya harus mempersiapkan generasi muda yang berkualitas, dengan SDM yang kuat, kredibel, dan kompetitif serta selalu berpedoman pada Pancasila,” ujarnya.
“Harapan kami adalah kepemimpinan di Jawa Timur dan Surabaya di masa depan harus fokus pada pengembangan SDM. Ini sangat penting untuk keberlangsungan sebuah bangsa,” kata Cahyo.
Ingin tahu keseruan obrolan bareng Cahyo Harjo Prakoso? Saksikan di Press Klaar edisi Jumat, 31 Mei 2024, di kanal YouTube Beritajatim TV.






