Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto dan Bupati Madiun Hari Wuryanto memesan sapi kurban jumbo di peternakan Bajulan.
- Sapi Simmental milik Presiden berbobot 1,1 ton dan diberi nama Bruno.
- Proses pemilihan sapi kurban melalui survei kesehatan dan postur oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
- Peternakan menyediakan 150 ekor sapi dengan harga Rp21–125 juta, 130 ekor sudah terjual.
Madiun (beritajatim.com) – Menjelang Iduladha, peternak sapi di Desa Bajulan, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Hadha Waris Saputra (24), menerima pesanan hewan kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto dan Bupati Madiun Hari Wuryanto.
Dua sapi dengan ukuran jumbo tersebut dipilih setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan dan kelayakan oleh tim dari dinas terkait.
Sapi kurban milik Presiden Prabowo Subianto diberi nama Bruno. Sapi berjenis Simmental itu memiliki bobot sekitar 1,1 ton dan dibanderol seharga Rp115 juta. Rencananya, Bruno akan disembelih sebagai hewan kurban presiden di wilayah Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun.
Hadha menjelaskan, proses pemilihan sapi dilakukan melalui survei oleh tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Madiun. Pemeriksaan mencakup kondisi kesehatan hingga postur tubuh hewan ternak sebelum dinyatakan layak sebagai sapi kurban Presiden.
“Kalau pembeliannya kemarin ada tim dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten yang survei ternak. Dicek kesehatannya, terus postur tubuhnya juga,” ujar Hadha saat ditemui di kandangnya, Kamis (21/5/2026).
Sapi Bruno dibeli dari peternak lain saat bobotnya sudah mencapai sekitar 800 kilogram. Setelah itu, sapi dirawat di kandang Hadha selama kurang lebih satu tahun hingga beratnya kini menembus 1,1 ton.
“Perawatannya sebenarnya hampir sama seperti sapi lainnya, cuma untuk pakan porsinya lebih dilebihkan,” tambah Hadha.

Dalam sehari, sapi-sapi di peternakan tersebut diberi makan tiga kali, yakni pagi, siang, dan malam, dengan jenis pakan berupa konsentrat, silase, rumput hijau, ampas tahu, premix, hingga jerami.
Selain pemberian pakan rutin, kebersihan kandang menjadi perhatian utama. Pembersihan kandang dilakukan dua kali sehari, pada pagi dan sore, untuk menjaga kondisi ternak tetap sehat dan nyaman.
Sapi Bruno saat ini berusia sekitar enam tahun dan telah dinyatakan lolos atau ACC sebagai hewan kurban Presiden. Hadha menyebut proses yang tersisa hanyalah penyelesaian administrasi. “Alhamdulillah sudah ACC, tinggal administrasi saja,” ujarnya.
Tak hanya Presiden Prabowo, Bupati Madiun Hari Wuryanto juga membeli sapi kurban dari peternakan Hadha. Sapi yang dipilih Bupati berjenis Limousin dengan bobot sekitar 800 kilogram.
Menjelang Iduladha tahun ini, peternakan milik Hadha menyediakan sekitar 150 ekor sapi dengan harga bervariasi mulai Rp21 juta hingga Rp125 juta per ekor. Dari jumlah tersebut, sekitar 130 ekor telah terjual kepada pembeli dari berbagai daerah.
Ramainya permintaan hewan kurban membuat aktivitas di kandang meningkat dalam beberapa pekan terakhir, terutama untuk perawatan dan persiapan pengiriman sapi ke para pembeli. [rbr/suf]






