Madiun (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Madiun mulai mengkaji pengembangan kawasan Bosbow di Jalan Diponegoro, Kelurahan Oro-Oro Ombo, menjadi destinasi wisata heritage. Wacana tersebut mencuat setelah Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun meninjau langsung kawasan yang selama ini juga dimanfaatkan sebagai lokasi Pekarangan Pangan Lestari (P2L), Selasa (7/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bagus tidak hanya melihat perkembangan program ketahanan pangan, tetapi juga meninjau bangunan peninggalan kolonial yang masih berdiri di kawasan Bosbow. Menurutnya, bangunan tersebut memiliki nilai sejarah yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu daya tarik wisata apabila dikelola secara optimal.
Saat ini, kawasan Bosbow menjadi lokasi P2L Mandiri Seroja yang mewakili Kelurahan Oro-Oro Ombo. Program tersebut sebelumnya meraih juara tingkat Provinsi Jawa Timur dan akan mewakili provinsi pada penilaian tingkat nasional.
“Program P2L di Bosbow berhasil meraih juara tingkat provinsi dan selanjutnya akan mewakili Jawa Timur di tingkat nasional. Sekaligus kami melihat potensi lain yang ada di kawasan ini,” ujar Bagus.
Ia menilai bangunan utama Bosbow masih layak dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, seperti ruang pameran atau museum, dengan terlebih dahulu dilakukan penataan pada sejumlah bagian kawasan.
Selain itu, Pemkot juga menilai lorong yang berada di kawasan Bosbow memiliki nilai historis yang bisa menjadi bagian dari konsep wisata apabila rencana pengembangan tersebut dapat direalisasikan.
Namun demikian, Bagus menegaskan rencana tersebut masih sebatas kajian awal. Pasalnya, sebagian kawasan Bosbow berada di bawah kewenangan TNI sehingga setiap bentuk pengembangan harus melalui koordinasi dengan pihak terkait.
“Kami masih memetakan potensi yang ada. Nanti akan kami komunikasikan dengan Dandim maupun Danrem karena ada kewenangan yang harus dihormati. Setelah itu baru bisa diketahui apakah kawasan ini memungkinkan untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata,” katanya.
Selain mempertimbangkan aspek sejarah, pemerintah juga akan mengkaji konsep penataan kawasan agar tetap selaras dengan fungsi yang telah berjalan saat ini. Hingga kini belum ada target waktu maupun kepastian realisasi pengembangan Bosbow sebagai destinasi wisata heritage. (rbr/ian)






