Surabaya (beritajatim.com) – Presiden Konfederasi Sarbumusi, Irham Ali Saifuddin berharap, menjelang perhelatan Piala Dunia U-20 yang akan berlangsung di Indonesia pada bulan Mei hingga Juni 2023 mendatang, publik tidak mencampur-adukkan sepakbola dengan politik.
Sebab, belakangan ini muncul pro-kontra di beberapa kalangan terkait kedatangan timnas U-20 Israel sebagai salah satu kontestan Piala Dunia U-20 di Indonesia. Sehingga terkait hal itu, mantan Direktur Pemasaran Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 itu, mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi prinsip olahraga.
“Sebagai bangsa yang mencintai olahraga, terutama sepakbola, kita harus menghargai nilai-nilai luhur sportmanship, dimana di dalamnya ada unsur sportivitas, kolektivitas dan universalitas,” tegas Irham, Jumat (17/3/2023).
[berita-terkait number=”5″ tag=”sarbumusi”]
Apalagi, lanjut penggemar berat klub liga Inggris Liverpool itu, hal itu semua juga tercantum dalam statuta FIFA. “Di dalam statuta FIFA, jelas mengatur adanya pelarangan atas politisasi dalam sepakbola. Ini clear dan harus dihargai serta dipatuhi oleh semua negara dan kalangan,” tutur Irham.
Sosok Nahdliyin yang pernah lama bekerja di lingkungan United Nations ini juga mengingatkan publik tentang pentingnya menjadi bagian dari komunitas internasional.
“Ketimbang menolak partisipasi Timnas Israel, justru bangsa ini harus menunjukkan wajah Islam yang sebenarnya. Islam yang ramah, yang mengedepankan cinta damai. Sepak bola justru bisa menjadi tools ampuh untuk menjembatani perbedaan dan konflik. Jangan dipolitisasi menjadi sebaliknya,” ujarnya.
Selanjutnya, Irham yang saat ini juga memimpin sebuah organisasi profesi berbasis muslim (Konfederasi Sarbumusi) juga mengajak semua pihak untuk mensukseskan hajat akbar ini. “Demi menjaga marwah bangsa dan citra Indonesia, pecinta bola dan publik sudah selaiknya mendukung penuh pelaksanaan Piala Dunia U20 di bawah kepemimpinan Ketua Umum PSSI Bapak Erick Thohir. Buktikan bahwa kita adalah bangsa yang terbuka, inklusif dan berjiwa besar. Jangan sampai kita mendapatkan sanksi dari FIFA untuk kesekian kalinya,” pungkas Irham. (tok/kun)






