Surabaya (beritajatim.com) – Presiden Joko Widodo akan menghadiri Muktamar Muhammadiyah ke-48. Acara tersebut dilaksanakan mulai hari ini, Jumat (18/11/2022) sampai dengan Minggu (20/11/2022).
Adapun tempat penyelenggaraannya diadakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Stadion Manahan, Kota Solo.
“Insha Allah Presiden Jokowi hadir,” terang Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin dalam keterangannya, Jumat (18/11/2022).
Namun, saat ini, Jokowi sedang berada di Bangkok, Thailand, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) tahun 2022.
Diketahui, Presiden Jokowi ke Bangkok dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, pada Kamis (17/11/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”muhammadiyah”]
Bey menjelaskan, setelah menghadiri KTT APEC 2022, Jokowi langsung kembali ke Tanah Air kemudian menghadiri Muktamar Muhammadiyah di Solo.
Akan Ada Rekayasa Lalu Lintas
Kepala Polresta (Kapolresta) Solo Komisaris Besar (Kombes) Pol. Iwan Saktiadi mengungkapkan akan ada rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan kawasan Stadion Manahan, Solo, Jawa tengah.
Rekayasa lalu lintas ini dilakukan selama penyelenggaraan pembukaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 yang berlangsung di Surakarta, Sabtu (19/11/2022).
Pengalihan arus tersebut diterapkan terutama pada saat pembukaan Muktamar yang dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo.
“Kita gunakan pola-pola rekayasa arus lalu lintas di seputaran Manahan ataupun ring luar Stadion Manahan,” kata Iwan dalam keterangan tertulis.
Iwan juga menjelaskan, ada beberapa mode rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan di sejumlah ruas jalan. Pihaknya mengaku akan melaksanakan beberapa mode pengalihan arus hingga penutupan jalan, terutama di Jalan Kawasan Stadion Manahan.
“Rekayasa itu bisa penutupan bisa pengalihan nanti kita lihat situasional di lapangan,” imbuhnya.
Menurut Iwan, potensi kepadatan warga ini juga diperkirakan berada di Jalan Adi Sucipto, Kota Solo. Nantinya, para peserta yang akan mengikuti acara tersebut bisa berjalan kaki dari Edutorium UMS ke Manahan.
“Pejalan kaki yang akan mobilisasi dari edutorium UMS berjalan kaki menuju ke Manahan yang memang para partisipan ini memang ingin hadir di sini. Tentunya kalau kita melihat drop-nya, tidak mungkin itu akan longgar pasti akan kepadatan,” papar Iwan. (nap)






