Ponorogo (beritajatim.com) – Kodim 0802 Ponorogo menggelar latihan Pencak Silat Militer (PSM) secara rutin. Kegiatan ini berlangsung di lapangan apel markas Kodim, Jalan Basuki Rahmat Ponorogo. Puluhan prajurit tampak antusias mengikuti latihan tersebut.
Latihan ini bukan sekadar kegiatan rutin. Di balik gerakan yang penuh tenaga, tersimpan filosofi kedisiplinan dan ketangguhan. Seluruh anggota dari satuan Makodim dan Koramil di bawah Kodim 0802 turut serta dalam kegiatan ini. Mereka dibina langsung oleh Kapten Cba Nurlaili dan staf Operasi Kodim.
“Latihan ini bagian dari pembinaan jasmani,” ungkap Kapten Cba Nurlaili, ditulis Sabtu (14/6/2025).
Tak hanya demi fisik, latihan ini punya makna strategis. Pencak Silat Militer menjadi bekal penting saat bertugas di lapangan. Teknik bertarung tangan kosong dipadukan dengan strategi militer. Semua demi kesiapan maksimal menghadapi berbagai tantangan.
“Latihan bela diri seperti ini kami gelar rutin, yakni hari Rabu dan Jumat selama Mei hingga Juli,” katanya.
Komandan Kodim 0802 Ponorogo, Letkol Inf Dwi Soerjono, menegaskan pentingnya penguasaan bela diri bagi setiap prajurit. Dia menyebut latihan PSM bukan hanya meningkatkan ketangkasan, tetapi juga bentuk pelestarian budaya nasional.
“Prajurit harus profesional dan siap tugas kapan saja. Salah satu syaratnya, mereka harus punya kemampuan bela diri yang mumpuni,” tegasnya.
Lebih jauh, Letkol Dwi menilai Pencak Silat Militer juga mengajarkan kedisiplinan dan kontrol diri. Selain itu, lanjutnya, bela diri tradisional ini merupakan warisan budaya yang perlu terus dijaga oleh generasi militer.
Dengan jadwal latihan yang konsisten, Kodim 0802 berharap tiap prajurit bisa memiliki mental dan fisik yang tangguh. Latihan bela diri ini juga menjadi bagian dari pembinaan personel TNI secara menyeluruh di wilayah Ponorogo.
Tak sekadar untuk kemampuan fisik semata. Menurutnya, prajurit yang menguasai PSM juga turut menjaga kebudayaan bangsa. Pencak Silat bukan hanya seni bertarung, tapi cermin jati diri bangsa Indonesia.
“Bela diri PSM adalah bagian dari warisan. Dan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” pungkasnya. [end/ian]






