Malang (beritajatim.com) – Calon Presiden Prabowo Soebianto melakukan dialog dengan sejumlah tokoh agama di Malang, Sabtu (17/11/2023) siang. Dialog tersebut digelar di kediaman Habib Najib Atamimi di Atamimi Palace Villa Puncak Tidar Malang, Jawa Timur.
Pada dialog tersebut, Capres nomor urut 2 ini bertemu dengan Kiai Kampung yang ada di Malang Raya. Selain itu juga nampak sejumlah perwakilan parpol yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju.
“Saya baru saja diundang Habib Najib Atamimi dan sejumlah kawan-kawan tokoh. Juga bertatap muka dengan beberapa ratus Kiai Kampung yang ada di Malang,” jelas Prabowo kepada wartawan, Sabtu (17/11/2023).
Pada dialog yang digelar oleh Jami’iyah Lil Maslahatil Ummah, Mujadalah Kiai Kampung, ada beberapa hal yang disampaikan oleh Prabowo Subianto. Terutama terkait program yang akan dibawa dalam pencalonannya pada Pilpres 2024 mendatang.
“Kami tukar menukar pandangan, saya berikan gambaran dan paparan tentang program saya dan alhamdulillah cukup berhasil dan ada pengertian,” jelas Prabowo.
BACA JUGA:
Bertemu Kiai Kampung, Prabowo Ingin Rakyat Hidup Makmur
Dialog tersebut digelar cukup terbuka. Dalam paparannya, Prabowo menyampaikan beberapa pandangannya tentang ekonomi di Indonesia, kapitalisme, hingga kemiskinan dan BPJS kesehatan bagi rakyat Indonesia.
“Inti daripada apa yang saya sampaikan, kita pelajari situasi ekonomi Indonesia ternyata benar kekayaan kita tidak tinggal di Indonesia, itu yang saya sebut artinya mengalir keluar, kekayaan nasional dan ini sudah berjalan terus menerus. Baru berubah beberapa tahun ini dan harus diakui, ini salah satu prestasi dari pemerintah yang dipimpin oleh Pak Jokowi,” tuturnya.
Prabowo yang juga Menteri Pertahanan RI itu menegaskan, satu kelemahan bangsa Indonesia adalah tidak menghargai bangsa sendiri. Terlalu kagum sama dunia dari luar.
“Saya tidak mengerti ini sifat apa, tapi ini ada. Di kita kalau ada Putra Bangsa berbuat baik, kadang-kadang tidak dihargai, kalau ada pemimpin kita yang berbuat baik, tidak dihargai. Bahkan diejek-ejek, di cari-cari kesalahannya, saya ini maaf ya saya ini harusnya anda kan tahu, saya ini dikalahkan oleh Pak Jokowi dua kali, saya ketawa lagi orang kalah diketawain kan. Tapi beliau Pak Jokowi, ajak saya bergabung beliau ajak saya ayo mari sama-sama kita berbakti, kepada bangsa dan rakyat Indonesia. Dan ternyata benar dengan kita bergabung terjadi suatu ketenangan, kesejukan ekonomi, maju nampaknya ekonomi, dan itu hanya bisa baik kalau ada kesejukan dan ketenangan kita semua,” bebernya.
BACA JUGA:
Pertemuan Menhan se-ASEAN dan AS, Prabowo Dorong Komitmen Perdamaian
Prabowo juga menyinggung program Jokowi perihal BPJS. Menurut dia, BPJS banyak membantu orang miskin.
“BPJS gratis, 236 juta layanan kesehatan gratis. Lalu tahun 2022 Kartu Indonesia Pintar anggaran 12 triliun, dengan 17,9 juta siswa, lalu 2,2 juta siswa sekolah agama, 98 ribu mahasiswa, 67 ribu mahasiswa agama, kartu sembako 18,7 juta keluarga menerima manfaat program keluarga harapan, kemudian 10 juta keluarga penerimaan manfaat,” pungkasnya.
Prabowo juga berpesan dan mengajak tokoh tokoh ulama, para kiai para ustaz-ustaz untuk terus mengajarkan dan mengatakan yang benar adalah benar, yang salah adalah salah.
“Jangan hanya untuk kekuasaan saja, orang bersedia untuk menjelek-jelekkan orang lain, saya tidak pernah mau fitnah orang. Saya dihujat, bapak-bapak saksi semua, saya tidak pernah menjawab, saya tidak pernah membalas. Saya sekarang dengan tim saya ingin membuat suatu strategi yang kita sebut strategi transformasi bangsa, untuk membuat rakyat Indonesia sejahtera dan makmur,” pungkasnya. [yog/beq]






