Surabaya (beritajatim.com) – Cabang olahraga bola basket resmi menjadi pembuka rangkaian pertandingan Pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur XI/2025 yang digelar mulai 14 hingga 19 April 2025 di GOR CLS Surabaya.
Ajang ini diikuti oleh 23 kabupaten/kota se-Jawa Timur dan hanya mempertandingkan sektor putra, sementara tim putri yang jumlahnya 20 kontingen langsung melaju ke Porprov utama.
Ketua Umum KONI Jawa Timur, M. Nabil, menegaskan bahwa ajang ini merupakan momentum penting dalam proses penjaringan atlet terbaik yang akan memperkuat kontingen Jawa Timur ke tingkat nasional bahkan internasional.
“Ini rangkaian Pra Porprov pertama dan kebetulan ini bola basket dulu, dan kita punya ekspektasi di basket karena salah satu ruang rekrutmen di Puslatda adalah Porprov. Saya sudah bilang Bu Evi dengan metode kita pakai dengan teman-teman pelatih Perbasi yang kemarin untuk melakukan rekrutmen seleksi siapa nanti yang akan dipersiapkan secara bertahap,” ujar Nabil.
Lebih lanjut, Nabil menjelaskan bahwa dalam olahraga permainan tim seperti bola basket, posisi dan peran atlet akan terus disesuaikan dengan perkembangan performa mereka masing-masing. Ia menekankan pentingnya proses rotasi untuk menjaga kualitas dan keseimbangan tim.
“Walaupun di perjalanan tentu ada promosi degradasi sesuai dengan kemampuan, sesuai dengan perkembangan karena ini permainan, bukan individual. Jadi tentu kalau permainan itu posisi rotasi masih selalu ada,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Perbasi Jatim, Grace Evi Ekawati, menyampaikan bahwa tidak semua daerah dapat mengikuti pra Porprov kali ini karena kendala anggaran. Namun, ia berharap ke depan bola basket dapat berkembang menjadi industri olahraga yang mandiri.
“Sebetulnya harapan kami dari 38 itu bisa ikut semua. Memang untuk yang juara kemarin kan tidak (ikut) sama tuan rumah otomatis. Kalaupun ada yang gak ikut ya dikarenakan balik lagi faktor dana, faktor anggaran, efisiensi dan kita mengerti. Tapi kita berharap ke depan apapun bentuk ekonominya tetap basket itu bisa mandiri,” tutur Evi.
Dukungan juga datang dari sektor kesehatan. RS Ubaya memberikan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh atlet serta menyiagakan tim medis selama pertandingan berlangsung. Direktur RS Ubaya, dr. Wenny Retno Sarie Lestari, menyampaikan komitmen pihaknya terhadap keselamatan dan kenyamanan para atlet.
“Dukungan dari kami adalah kami menyiapkan, sudah memberikan CSR kami untuk membayarkan iuran BPJS tenaga kerja bagi seluruh atlet-atlet yang mengikuti pra-porprov ini. Sehingga harapannya seluruh atlet-atlet ini bisa terlindungi ketika terjadi cedera olahraga. Selain itu kami juga siap tim medis dokter tim perawat, ambulance kami siap,” ujarnya.
Pra Porprov ini menjadi awal dari serangkaian pertandingan cabang olahraga lainnya seperti sepak bola, futsal, dan catur. Semua bertujuan mengasah kemampuan serta menjadi jalur seleksi menuju Porprov Jatim XI/2025 yang akan mempertemukan para atlet terbaik dari seluruh penjuru Jawa Timur. [way/ian]






