Ringkasan Berita:
- DPP PPP resmi menerbitkan SK kepengurusan DPC PPP Jombang periode 2026–2031 yang dipimpin Farid Al Farisi dan Muhammad Ishomuddin Haidar.
- Kepengurusan baru didominasi kader muda yang diharapkan mampu memperkuat organisasi dan menjangkau pemilih milenial.
- PPP Jombang menyiapkan agenda konsolidasi total selama enam bulan ke depan hingga tingkat PAC dan ranting.
Jombang (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jombang resmi memasuki era baru kepemimpinan setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP)menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan masa bakti 2026–2031.
Dalam kepengurusan baru tersebut, Farid Al Farisi dipercaya memimpin sebagai Ketua DPC PPP Jombang, didampingi Muhammad Ishomuddin Haidar sebagai Sekretaris.
Terbitnya SK yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PPP, Muhammad Mardiono, tertanggal 29 Mei 2026, sekaligus menandai berakhirnya proses transisi pasca-Musyawarah Cabang (Muscab) X PPP Jombang.
Dengan legalitas yang telah diterima, kepengurusan baru siap menjalankan agenda konsolidasi dan penguatan organisasi di seluruh tingkatan.
Komposisi kepengurusan yang didominasi kader muda menjadi salah satu warna baru dalam tubuh PPP Jombang. Kehadiran generasi muda di posisi strategis dinilai sebagai langkah partai untuk memperkuat organisasi sekaligus menjawab tantangan politik yang terus berkembang.
Selain Farid Al Farisi sebagai ketua dan Muhammad Ishomuddin Haidar sebagai sekretaris, sejumlah kader muda lainnya juga mendapat kepercayaan mengisi posisi penting dalam struktur partai.
Formasi ini diharapkan mampu memperkuat administrasi organisasi, memperluas jaringan politik, serta meningkatkan kedekatan partai dengan masyarakat, khususnya kalangan pemilih muda.
Ketua Majelis Dewan Pertimbangan DPC PPP Jombang, Shilahuddin As’ary, menyambut terbitnya SK tersebut dengan penuh rasa syukur. Menurutnya, proses konsolidasi yang berlangsung sejak Muscab kini telah tuntas dan menjadi titik awal bagi kepengurusan baru untuk bekerja.
“Alhamdulillah. Akhirnya SK DPC PPP Jombang telah turun secara resmi sesuai dengan hasil keputusan rapat Tim Formatur Muscab PPP ke X. Allahu Akbar,” ujar Gus Adi, sapaan akrab Shilahuddin As’ary, Kamis (11/6/2026).
Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2019–2024 itu menilai tantangan politik ke depan memang tidak ringan. Namun, ia optimistis kepengurusan baru mampu menjawab tantangan tersebut melalui semangat dan energi yang dimiliki para kader muda.
Menurut Gus Adi, dominasi kader muda dalam struktur kepengurusan menjadi modal penting untuk memperluas basis dukungan partai, terutama dari kalangan pemilih pemula dan generasi milenial.

“Kami sangat optimis dengan banyaknya kader muda yang masuk dalam kepengurusan. Seperti ada Mas Haidar sebagai Sekretaris, Mas Aflah yang jadi Bendahara, di mana keduanya saat ini juga diamanahi menjadi anggota DPRD Jombang,” tutur Gus Adi bangga.
Ia menambahkan, upaya mengembalikan kejayaan PPP di Kabupaten Jombang memerlukan pendekatan yang lebih adaptif dan sesuai dengan perkembangan zaman. Karena itu, kepengurusan baru disusun secara inklusif dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat serta diperkuat hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) dan desa.
Langkah tersebut diharapkan mampu menggerakkan mesin partai secara lebih efektif sekaligus memperkuat komunikasi dengan masyarakat di akar rumput. Kolaborasi antara kader muda dan tokoh-tokoh agama juga diyakini menjadi kekuatan penting dalam membangun kembali basis dukungan PPP di Jombang.
“Kepengurusan ini didukung oleh berbagai unsur yang terlibat aktif. Harapannya, PPP bisa kembali berjaya di Kabupaten Jombang seperti masa keemasan dulu,” terang Gus Adi.
Sebagai langkah awal, jajaran pengurus baru telah menyiapkan agenda konsolidasi menyeluruh yang akan melibatkan seluruh elemen partai. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung dalam enam bulan ke depan dengan melibatkan kader, pengurus, simpatisan, serta para kiai dan tokoh masyarakat.
“Insyaallah dalam 6 bulan ke depan, kami akan melakukan agenda taaruf sekaligus konsolidasi total melibatkan seluruh kader PAC hingga tingkat ranting, pengurus, serta simpatisan, yang juga akan dihadiri para kiai dan tokoh masyarakat,” pungkas Gus Adi. [suf]






