Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam meningkatkan sektor pembangunan di daerah, seiring dengan keterbatasan dana akibat kebijakan fiskal nasional, serta belum optimalnya distribusi dana bagi hasil cukai hasil tembakau alias DBHCHT.
Hal tersebut disampaikan ketika menyambut kedatangan Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Jawa Timur, Lia Istifhama di Peringatan Dalam Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, Jum’at (24/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Taufikurrahman, beserta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.
“Sejauh ini terdapat potensi kurang bayar Dana Transfer Daerah (TDA) periode 2002–2024 yang nilai mencapai sekitar Rp71 miliar. Jika dapat direalisasikan, dana ini kami nilai mampu mendorong percepatan pembangunan di Pamekasan,” kata Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman.
Bupati juga menyinggung DBHCHT yang belum maksimal diterima daerah. Dari potensi yang seharusnya lebih besar, Pemkab Pamekasan saat ini justru hanya menerima sekitar Rp50 miliar dari total potensi Rp120 miliar. “Sebagian besar kami alokasikan untuk pembiayaan BPJS kesehatan gratis bagi masyarakat. Ini menjadi prioritas agar layanan kesehatan tetap terjamin,” jelasnya.
“Oleh karena itu kami berharap ke depan pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap daerah penghasil, sehingga distribusi dana bisa lebih proporsional dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Selain itu, pihaknya juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan senator yang familiar disapa Ning Lia, terlebih kunjungan tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.
“Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk menyampaikan berbagai aspirasi, potensi, serta kebutuhan Kabupaten Pamekasan, sekaligus membahas peluang kolaborasi dalam mendukung program-program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Bahkan pihaknya meyakini melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat sehingga berbagai kebijakan dan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pamekasan. “Mari bersama dan kita terus bergerak membangun Pamekasan yang maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya. [pin/suf]






