Jember (beritajatim.com) – Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Kabupaten Jember, Jawa Timur, menanggapi biasa saja keputusan dewan pimpinan pusat (DPP) partai itu untuk mendukung calon presiden Ganjar Pranowo.
“Biasa saja, karena memang kewenangan menentukan arah dukungan untuk pemilihan presiden merupakan kewenangan DPP, setelah mendengar usulan dan masukan dari perwakilan pengurus dari seluruh Indonesia melalui forum rapat pimpinan nasional, yang mayoritas memang memberi dukungan ke Ganjar Pranowo,” kata Ketua DPC PPP Jember Madini Farouq alias Gus Mamak, Jumat (28/4/2023).
Keputusan itu menuai protes keras kader dan pengurus PPP di sejumlah daerah. Mereka cenderung memilih Anies Baswedan karena kesamaan ideologi. Ini mengulangi peristiwa Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Saat itu, DPP PPP mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sementara arus bawah mendukung Anies.
Menanggapi itu, Gus Mamak berpendapat, dinamika politik selalu memunculkan pro dan kontra. “Ada yang puas dan tidak puas dengan keputusan ini. Hal itu merupakan sesuatu yang lumrah dan wajar dalam dinamika organisasi,” katanya.
Namun Gus Mamak berharap, ketika keputusan telah diambil, seluruh elemen di PPP bisa menerimanya secara utuh, demi menjaga kekompakan dan kebersamaan organisasi. “Kami lebih berfokus pada persiapan menghadapi pemilu legislatif daripada pemilihan presiden, sambil menunggu arahan lebih lanjut dari DPP dan DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) sebagai atasan DPC,” katanya.
Gus Mamak mengimbau agar perdebatan soal pemilihan presiden tidak sampai membuat semua pihak melupakan kewajiban untuk mengajak mencoblos dan membesarkan PPP. “Di PPP, beda dalam memilih calon presiden itu fitrah. Tapi bersatu memilih PPP itu wajib,” katanya. [wir]






