Surabaya (beritajatim.com) – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bimbingan Konseling (HMPBK) Unesa menerima tiga penghargaan Abdidaya Ormawa.
PPK Ormawa HMPBK Unesa memboyong tiga penghargaan, antara lain juara 2 kategori perguruan tinggi dengan embrio keberlanjutan terkuat, juara 2 kategori mitra paling partisipatif, dan juara 3 kategori tim pelaksana Wokyluaran terlengkap dan berkualitas.
Ketua Tim Angela Amanda Berlian Hati mengatakan, sederet penghargaan itu diterima berkat program GAJAH MADA atau Gerakan Mewujudkan Harapan Majapahit Dakara: Pelestarian Warisan Budaya Nusantara Berbasis Anjangkarya di Desa Bejijong yang berhasil mendapatkan pendanaan Direktorat Belmawa.
Program ini fokus pada pelestarian warisan budaya nusantara khususnya Mojokerto menggunakan pendekatan anjangkarya di Desa Bejijong. Anjangkarya merupakan pendekatan kegiatan yang dilakukan untuk liburan dan juga terdapat aktivitas edukasi dengan melibatkan seluruh komponen pendukung seperti masyarakat dan lingkungan.
“Penghargaan tersebut tentunya sebagai motivasi bagi tim kami agar makin kreatif dan inovatif yang bisa memberikan manfaat kepada masyarakat ke depan,” ucap mahasiswi prodi S1 Bimbingan Konseling itu, ditulis Rabu (13/12/2023).
Ia menambahkan, sejumlah program yang dilakukan HMPBK di Bejijong antara lain, Anjangkarya Gajah Mada yang menciptakan paket wisata edukasi pendidikan yang menyasar target pelajar dengan tujuan patung Buddha tidur dan Candi Brahu.
Kemudian, Siwalan Pro yang berbentuk pelatihan public speaking, sejarah desa, dan pembuatan video promosi. Lalu, Jongfest kolaboratif bersama karang taruna untuk memeriahkan hari jadi Desa Bejijong yang berisikan lomba permainan tradisional dan pengadaan video promosi.
Selanjutnya, program kelas budaya dalam bentuk pembelajaran informal dengan materi kelas bahasa jawa dan wayang, kelas bimbingan karir, kelas tari mayang rontek, kelas membatik jumput dan permainan tradisional.
Berikutnya, batik fair yang berisikan lomba untuk tiga kategori. Kategori TK mewarnai batik motif khas Majapahit, kategori SD menggambar dan mendesain batik secara umum, dan kategori SMA mendesain batik khas Majapahit. Kemudian, program Nyeni Yuk dalam bentuk pelatihan membatik motif khas Majapahit dan pemunculan inovasi motif Desa Bejijong yang menyasar ibu-ibu PKK.
Berkat kerjasama dan kerja keras tim dalam merealisasikan program tersebut, tim Unesa berhasil berkompetisi dengan 160 tim yang melibatkan 1.200 mahasiswa dari 78 perguruan tinggi negeri maupun swasta se-Indonesia. Tim pelaksana tersebut merupakan yang lolos dari 600 tim yang berasal dari 79 perguruan tinggi se-Indonesia.
Adapun nama-nama tim di balik tiga penghargaan tersebut ialah dosen pembimbing, Ari Khusumadewi, S.Pd., M.Pd; Ketua tim, Angela Amanda Berlian Hati. Sebagai anggota yaitu Ahmad Syarofudin, Dyah Amelia Susanti, Zulfa Huwaidah Wadlhah, Zelma Setya Kasih, Qurrota A’yuni Nur Rohmah, Fawwas Firdaus Khaelani, dan Natasya Artamefilla Rahmiawan.
Selanjutnya, ada Mirza Ghulam Abdullah, Mohamad Andi Santoso, Azzahro Firdaus, dan Putri Agung Amanda Maharani. Mereka semua merupakan mahasiswa dari prodi S-1 Bimbingan Konseling. Tim ini juga terdiri dari Rizqika Febriana, Shelli Lailia, dan Gema Rohullah Khumaini dari prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa. [ipl/ian]






