RINGKASAN BERITA:
- PPIH Daker Makkah menggelar Visitasi dan Edukasi (Visduk) setiap hari ke seluruh sektor pemondokan.
- Jemaah haji 2026 diimbau membatasi umrah sunnah guna menjaga kondisi fisik menjelang fase puncak wukuf.
- Materi edukasi mencakup bimbingan ibadah, kesehatan, pelindungan jemaah, hingga etika bermedia sosial.
- Sinergi antara petugas kloter dan pembimbing KBIHU ditingkatkan demi optimalisasi layanan jemaah.
Makkah (beritajatim.com) – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah secara masif mengintensifkan kegiatan Visitasi dan Edukasi (Visduk) ke seluruh sektor untuk memastikan 138.879 jemaah haji Indonesia siap secara fisik dan mental menghadapi puncak haji 2026.
Program ini dirancang guna membekali jemaah serta petugas mengenai mitigasi kesehatan dan penguatan bimbingan ibadah di tengah suhu ekstrem yang kini menyentuh 42 derajat Celsius.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, kegiatan ini melibatkan ratusan petugas kloter serta pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Hingga Selasa (12/5/2026), tercatat lebih dari 105.360 jemaah telah terkonsentrasi di Makkah, sehingga edukasi preventif menjadi kunci utama agar stamina jemaah tidak tumbang sebelum wukuf.
Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, menegaskan bahwa sosialisasi ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan setiap hari. “Jadi kegiatan sosialisasi ini kita laksanakan insyaallah tiap hari dan melaksanakannya ke seluruh sektor.
Tidak lain sebagai upaya kita untuk memberikan pelayanan kepada para jemaah, memberikan sosialisasi dan edukasi kepada para petugas di sektor, juga tentunya mitra kita bersama para pembina Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU),” ujar Ihsan di Sektor 1 Syisyah, Makkah.
Materi yang disampaikan dalam Visduk mencakup aspek yang komprehensif, mulai dari tata cara ibadah (manasik), pelindungan jemaah, hingga etika bermedia sosial. Ihsan menilai kesadaran jemaah terhadap poin-poin tersebut akan berkontribusi langsung pada kelancaran ritual haji dan keamanan selama berada di Tanah Suci.
“Jadi semua poin-poin tersebut tentu sangat bermanfaat buat kesehatan para jemaah, keamanan dan kenyamanan para jemaah, dan lebih khusus adalah kemabruran hajinya para jemaah,” kata Ihsan, yang merupakan alumnus program doktor UIN Bandung.
Batasi Umrah Sunnah demi Puncak Haji
Salah satu poin krusial dalam Visduk kali ini adalah imbauan untuk membatasi aktivitas fisik yang tidak mendesak, termasuk pelaksanaan umrah sunnah yang berulang kali. Mengingat fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tinggal menghitung hari, jemaah diminta untuk memprioritaskan ibadah wajib.
“Sebagai contoh, kita dalam sosialisasi tadi ya, misalkan masalah pembimbingan ibadah ya, kita bukan berarti melarang para jemaah untuk melaksanakan umrah sunnah, tapi kita memberikan edukasi untuk bisa membatasi,” tutur Ihsan. Ia menambahkan bahwa pembatasan ini semata-mata untuk mencegah kelelahan fisik yang berisiko memicu kekambuhan penyakit komorbid.
“Membatasi itu artinya supaya jamaah pun tidak berakibat yang kurang baik ya, misalkan kesehatannya karena terlalu sering beraktifitas di luar, itu kan bisa menyebabkan kecapehan dan sebagainya,” tegasnya.
Ketua PPIH Arab Saudi sekaligus Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heryawan, turut hadir memberikan arahan langsung guna memperkuat soliditas petugas. Sinergi antara petugas kloter dan KBIHU menjadi perhatian serius untuk meminimalisir ego sektoral dalam melayani jemaah, terutama bagi 48 ribu jemaah lansia yang memerlukan pendampingan ekstra.
“Oh ya, sebetulnya kita harus semakin memperbaiki atau meningkatkan komunikasi ya, jadi interaksi ataupun hubungan, koordinasi antara petugas kloter dengan KBIHU itu tentu harus kita jaga,” tambah Ihsan Faisal.
Kegiatan Visduk ini juga menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, termasuk Kabid MCH Ichsan Marsha, Kasi Linjam Tulus Widodo, hingga Kasi Bimbad dan KBIHU Erti Herlina, yang secara kolektif memastikan seluruh jemaah mendapatkan informasi yang akurat terkait jadwal pendorongan dan manajemen kesehatan selama masa tunggu di Makkah. [ian/MCH]






