Pasuruan (beritajatim.com) – Potensi zakat fitrah di Kabupaten Pasuruan diprediksi mengalami peningkatan tahun ini. Hal ini seiring dengan bertambahnya unit pengumpulan zakat (UPZ) di wilayah tersebut.
Pada tahun 2023, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pasuruan berhasil mengumpulkan zakat fitrah senilai 250 ton beras dan uang tunai Rp300 juta. Ketua Baznas Kabupaten Pasuruan, Nasih Nashor, mengatakan bahwa tahun ini, potensinya diprediksi naik menjadi 300 ton beras.
Peningkatan potensi zakat fitrah ini diprediksi seiring dengan bertambahnya UPZ di wilayah Kabupaten Pasuruan.
“Dalam menghitung potensi, acuannya tahun kemarin yang disetorkan ke Baznas dengan penambahan UPZ yang baru,” kata Gus Nasih sapaan akrabnya.
Selain dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pasuruan, zakat fitrah juga dikumpulkan dari sekitar 200 masjid yang telah menjadi UPZ.
“Kalau melihat acuan jumlah UPZ ada penambahan, kalau memang ada penambahan otomatis ada peningkatan insyaallah. Kalau ada penambahan juga dari perusahaan-perusahaan, potensinya lebih dari 300 ton beras,” jelas dia.
Meskipun demikian, Nasih mengakui bahwa Baznas masih belum bisa menjangkau seluruh muzakki di Kabupaten Pasuruan. Hal ini disebabkan oleh kultur masyarakat di Pasuruan yang masih banyak memilih untuk menyerahkan zakat secara langsung kepada mustahiq atau penerima zakat.
“Kultur masyarakat kita masih banyak yang menyerahkan zakat sendiri kepada mustahiq,” katanya.
Menjangkau seluruh muzakki di Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu tantangan utama bagi Baznas. Untuk mengatasi hal ini, Baznas terus berupaya meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.
“Kita terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama melalui masjid-masjid dan UPZ yang ada,” katanya. (ada/ted)






