Pamekasan (beritajatim.com) – Angka titik kekeringan akibat musim kemarau 2023 di kabupaten Pamekasan, mengalami peningkatan dan semakin meluas dibanding tahun sebelumnya.
Bahkan tahun ini, titik kekeringan menyebar di 11 kecamatan dari total 13 kecamatan berbeda di Pamekasan. Termasuk jumlah desa juga mengalami peningkatan angka.
“Pada tahun 2022, titik kekeringan tersebar di 72 desa di 9 kecamatan berbeda. Tahun ini bertambah menjadi 77 desa di 11 kecamatan berbeda,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Akhmad Dhofir, Jum’at (28/7/2023).
Baca Juga: Bupati Pamekasan Harap Semarak Muharram Jadi Spirit ASN Tingkatkan Kinerja
Tambahan tersebut berdasar hasil asesmen yang dilakukan BPBD Pamekasan, khususnya dalam beberapa pekan terakhir. “Dari 77 desa terdampak kekeringan, tersebar di 321 dusun,” ungkapnya.
“Untuk klasifikasinya, sebanyak 49 desa berstatus kering langka. Sedangkan sebanyak 28 desa lainnya masuk katagori kering kritis,” sambung Dhofir.
Guna mengatasi kekeringan yang semakin meluas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, dijadwalkan mulai mendistribusikan air bersih ke sejumlah wilayah terdampak pada 1 Agustus 2023 mendatang.
Baca Juga: Bupati Pamekasan Santuni 300 Anak Yatim
“Untuk proses pendistribusian air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan, kita masih menunggu arahan dari pimpinan. Untuk istilah tetap menggunakan ‘Besti Berdering’,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga sangat berharap nantinya distribusi air bersih dapat dinikmati masyarakat terdampak. “Jadi kami minta masyarakat nanti bisa memanfaatkan droping air bersih sebaik mungkin,” harapnya.
“Tidak kalah penting, kami juga meminta masyarakat agar bersabar, karena desa terdampak kekeringan cukup banyak, sementara kita juga masih keterbatasan armada,” pungkasnya. [pin/but]






