Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin menegaskan, aplikasi Majapahit Digital (Majadigi) adalah program Pemprov Jatim yang sudah digarap sejak tiga tahun terakhir. Projek ini dimulai pada 2021 yang lalu.
Sherlita menyampaikan, Portal Majadigi adalah bentuk transformasi digital yang dilakukan Pemprov Jatim yang dibangun dengan proses panjang. Ditegaskannya, yang namanya transformasi, artinya ada tahapan dan proses yang dilakukan, dan dilanjutkan dengan peningkatan dari capaian-capaian sebelumnya.
“Memang diluncurkannya baru bulan lalu. Tapi, yang namanya produk digital IT tentunya tidak bisa seperti sulap yang jadi dalam waktu sekejap. Proses lahirnya Majadigi adalah proses panjang transformasi digital di Jatim, yang bahkan tercantum di dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur tahun 2019-2024,” tegas Sherlita, Sabtu (9/11/2024).
Transformasi digital yang dilakukan Jatim telah diakui dengan diperolehnya penghargaan tertinggi dalam penilaian evaluasi layanan publik tahun 2021 dari Kementerian PANRB kepada layanan pembayaran pajak dan layanan perizinan.
Masih dengan semangat meningkatkan pelayanan, Jawa Timur terus bertrasnformasi dan kembali mendapatkan apresiasi dari Ombudsman RI dengan predikat kualitas tinggi pelayanan publik di tahun 2022. Ini untuk layanan publik yang diberikan kepada layanan digital Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial.
Layanan-layanan berbasis digital ini terus dikembangkan oleh Provinsi Jawa Timur sebagai bentuk implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), khususnya pelayanan publik dan administrasi pemerintahan.
Keseriusan dan upaya keras provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan layanan publik ini mendapatkan pengakuan dari Kementerian PAN RB dalam ajang Digital Government Award 2023 sebagai Provinsi Terbaik penerapan layanan publik berbasis digital, dimana layanan publik Jawa Timur dinilai terbaik dan paling berdampak bagi masyarakat.
Berangkat dari capaian ini, Jawa Timur semakin semangat dan yakin bahwa transformasi digital sektor layanan publik menjadi ‘never ending transformation’ untuk menjawab kebutuhan layanan publik yang berdampak.
“Selain bertujuan memberikan layanan yang lebih baik, Majadigi disiapkan untuk terintegrasi dengan portal nasional yang sedang disiapkan. Tidak hanya fokus pada layanan publik provinsi Jatim saja, Majadigi juga disiapkan untuk menjadi portal layanan 38 kabupaten/kota se-Jatim dengan SSO,” ujarnya.
Keberadaan Majadigi semakin memperkuat komitmen Provinsi Jawa Timur untuk menerapkan sistem pemerintahan berbasis digital. Upaya keras untuk terus bertransformasi dalam memberikan layanan publik yang berdampak.
“Artinya, bahwa semua dilakukan bertahap. Dan, keseriusan Pemprov Jatim dalam mewujudkan SPBE ini di antaranya dengan dikeluarkannya Pergub No 53 Tahun 2021 tentang SPBE Provinsi Jatim,” tegas Sherlita.
“Ini juga menjadi wujud upaya Pemprov Jatim dalam menguatkan layanan publik antara lain melalui motto Cepat, Efektif, Efisien, Tanggap, Transparan, Akuntabel dan Responsif (CETTAR) dalam memberikan layanan publik kepada masyarakat,” urainya.
Oleh sebab itu kehadiran Majadigi menjadi implementasi nyata dari SPBE Pemprov Jatim yang diwujudkan dalam bentuk portal sebagai solusi agar warga Jatim cukup dalam satu portal sudah bisa mendapatkan berbagai layanan online di Pemprov Jatim.
Cukup dari satu aplikasi Majadigi yang sudah bisa diunduh gratis di Playstore ini, warga Jatim bisa menikmati sejumlah layanan seperti Klinik Hoax, Open Data, Berita Jatim, layanan RSUD Dr Soetomo, layanan perizinan, Rumah ASN, agenda pariwisata, informasi lowongan kerja dan informasi pelatihan kerja.
“Majadigi ini adalah upaya Pemprov Jawa Timur memberikan portal digital kepada seluruh masyarakat dalam hal pelayanan publik dan administrasi pemerintahan yang berbasis website dan mobile. Tidak hanya layanan provinsi, tetapi juga layanan di kab/kota se-Jatim,” ujar Sherlita.
Sebagai tahap awal layanan ini, selain menyediakan layanan di bawah kewenangan provinsi juga terintegrasi dengan layanan kabupaten/kota. Untuk layanan kabupaten/kota yang sudah terintegrasi adalah Kota Surabaya, Banyuwangi dan Tuban.
Lebih lanjut ia menjelaskan Majadigi ini juga sengaja disiapkan Jatim untuk diintegrasikan dengan portal layanan nasional yang dibangun oleh Govtech (Government Technology) Indonesia yaitu INA Digital. Integrasi Majadigi ini menggunakan sistem Single Sign On (SSO), dimana pengguna dapat mengakses berbagai layanan dengan satu kredensial.
“Portal Majadigi ini ke depannya diharapkan dapat terintegrasi dengan portal layanan nasional yang saat ini sedang dikembangkan Govtech Indonesia INA Digital,” terang Sherlita.
Keberadaan Majadigi semakin meneguhkan komitmen Jatim dalam menerapkan SPBE. Indeks SPBE Jatim boleh dikatakan meningkat dalam beberapa tahun terakhir dari 3,30 di tahun 2022 menjadi 3,62 di tahun 2023.
Menjadi acuan lainnya yaitu Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) Jawa Timur yang juga terus meningkat setiap tahunnya. Yakni dari 39,42 di 2022, naik menjadi 45,59 di 2023 dan 46,07 di tahun 2024. Nilai ini juga jauh di atas rata-rata nasional. [tok/beq]






