Ringkasan Berita:
- KONI Jatim mulai meninjau venue Porprov IX 2027 di Surabaya.
- Sejumlah fasilitas olahraga di kawasan Kertajaya menjadi fokus awal evaluasi.
- Mayoritas venue dinilai layak namun membutuhkan perbaikan minor.
- Seluruh kesiapan venue ditargetkan rampung pada 2026.
Surabaya (beritajatim.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Timur bersama KONI Surabaya dan Disporapar Surabaya mulai melakukan peninjauan awal venue yang akan digunakan dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2027 di Kota Surabaya.
Langkah strategis ini dilakukan lebih awal guna memastikan kesiapan sarana olahraga berjalan optimal tanpa terburu-buru menjelang pelaksanaan.
Tahap pertama peninjauan difokuskan pada aset Pemerintah Provinsi Jawa Timur di kawasan Jalan Kertajaya, Surabaya.
Sejumlah venue yang diperiksa meliputi Dojo Karate, Dojo Judo, GOR Tenis Meja, GOR Bulutangkis Sudirman, Lapangan Jatim Seger, Kolam Renang Dispora Jatim, hingga GOR Kertajaya.
Tim gabungan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi gedung, fasilitas penunjang, serta sarana prasarana pertandingan.
Anggota tim peninjau dari KONI Jatim, Jeffry Tagore, menyebut sebagian besar venue sebenarnya sudah layak digunakan, meski sejumlah pembenahan minor tetap diperlukan.
“Memang venue ini rata-rata perlu perbaikan. Tidak menyeluruh, tetapi cukup banyak yang harus diperbaiki kecil-kecil. Misalnya, kamar mandi belum layak dan lantai pecah yang bisa mengganggu pertandingan,” jelas Jeffry di Surabaya, Jumat (8/5/2026).
Menurutnya, identifikasi dini sangat penting agar proses perbaikan bisa dilakukan secara matang dan Surabaya sebagai tuan rumah mampu menghadirkan penyelenggaraan terbaik.
“Mulai sekarang kita melihat venue agar tidak terkesan buru-buru. Jangan sampai menjelang gelaran masih ada kekurangan, apalagi Surabaya kota besar. Dengan persiapan awal ini, kita bisa lebih mantap menatap Porprov 2027,” tambahnya.
Sekretaris KONI Surabaya, Randika Asiani, mengatakan pihaknya kini sedang memetakan tiga klaster utama venue.
Klaster tersebut mencakup aset Pemerintah Kota Surabaya, aset Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta kerja sama dengan pihak ketiga seperti Universitas Negeri Surabaya, Universitas Hang Tuah, dan Universitas Ciputra.
“Dari segi kesiapan, venue di area Kertajaya sudah cukup baik. Tinggal perbaikan sedikit saja untuk bisa dipakai di Porprov 2027,” ujar Randika.
Pembahasan lanjutan akan dilakukan bersama technical delegate (TD) dari masing-masing cabang olahraga untuk penetapan venue resmi.
Pemkot Surabaya menargetkan seluruh kesiapan fasilitas selesai pada tahun 2026, sehingga pada 2027 fokus dapat sepenuhnya dialihkan ke pembinaan atlet.
“Amanat bapak wali kota, venue Porprov diusahakan selesai tahun 2026. Dengan begitu, tahun 2027 kita sudah siap fokus mempersiapkan atlet untuk Porprov,” pungkas Randika.
Persiapan awal ini menjadi fondasi penting bagi suksesnya Porprov IX Jawa Timur 2027 sekaligus memperkuat posisi Surabaya sebagai pusat pembinaan olahraga prestasi di Jawa Timur. [way/beq]

as a preferred source on Google



