Jember (beritajatim.com) – Gubernur Khofifah Indar Parawansa menolak daging impor masuk ke Jawa Timur, karena jumlah populasi sapi potong mencapai 3,11 juta ekor.
“Kalaupun pemerintah impor, maka jangan ada impor daging yang diturunkan di Jawa Timur, karena kita sudah surplus daging,” kata Khofifah, saat penyerahan piagam Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk inseminasi buatan ternak sapi terbanyak, di Arum Sabil City Forest, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (24/11/2025).
Khofifah mendengar informasi adanya rencana menurunkan daging sapi impor dari Australia di Jatim. Ia khawatir, jika daging impor diturunkan di Jatim, produktivitas peternak sapi potong terganggu.
Khofifah berharap ada sinergi Jatim dengan daerah lain. “Kalau misalnya Jawa Timur sudah bisa bertahan tidak impor daging, maka saudara kita di provinsi lain bisa menyiapkan bahkan swasembada pangan. Di dalamnya termasuk bisa menghitung kebutuhan daging di masing-masing provinsi,” katanya.
Jatim sendiri diyakini Khofifah bisa berswasembada gula konsumsi pada 2026. “Dengan catatan gula rafinasi tidak merembes ke pasar. Karena kalau rafinasi merembes ke pasar, kemandirian kita untuk memproduksi gula konsumsi akan terganggu harganya. Jadi ini stakeholder semuanya, ekosistem semuanya harus ditata,” katanya.
Selain memiliki populasi sapi potong hingga 3 juta ekor, Jatim juga memiliki populasi ternak sapi yang diinseminasi buatan sebanyak 1.099.397 ekor. Jumlah ini terbanyak di Indonesia.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada semua institusi, lintas profesi, termasuk perguruan tinggi yang hadir pada gerakan bersama untuk melakukan inseminasi buatan, gerakan bersama pemeriksaan kebuntingan, dan gerakan bersama untuk melakukan vaksinasi,” kata Khofifah.
Sejumlah perguruan tinggi yang telah terlibat dalam proses inseminasi buatan ini antara lain Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, FKH Universitas Brawijaya, Universitas Islam Malang, Politeknik Malang, Politeknik Jember, Asosiasi Dokter Hewan, Asosiasi Sarjana Peternakan dan Veteriner, dan Pusat Veteriner Farma.
Khofifah meminta agar kesejahteraan hewan juga diperhatikan. “Animal welfare ini sesuatu sekali. Saya kalau sudah jelang-jelang Iduladha selalu berpesan, jangan sapi dibanting. Proses pemotongan hewan betul-betul diterapkan animal welfare sehingga tidak ada sesuatu yang menyakiti dari ternak yang akan kita potong,” katanya.
Khofifah bersyukur rumah pemotongan hewan di Jatim sudah termasuk halal. “Sekarang ada 162 RPH halal, kurang tiga,” katanya.
Selain sapi potong, Jatim memiliki populasi sapi perah yang potensial. “Meskipun totally kita masih impor 78 persen, tetapi dari total produksi susu di Indonesia, 62 persen adalah produksi para peternak sapi perah di Jawa Timur,” kata Khofifah. [wir]






