Malang (beritajatim.com) – Pondok Pesantren An Nur 2 Al Murtadlo Kabupaten Malang dinobatkan sebagai peraih penghargaan Kategori Produk Kreatif dan Inovatif Berbasis Pesantren dalam ajang Beritajatim Award 2024, Kamis (2/5/2024) di Surabaya.
Mencetuskan produk berupa minuman kopi soda dalam kemasan, brand bernama Kapiten Nusantara itu, kini sudah menembus pangsa pasar di luar negeri seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.
Kapiten Nusantara merupakan produk santri yang sukses menembus pasar internasional dengan tetap menjaga nilai-nilai sosial dan kesantrian dalam setiap aspek bisnis yang dijalankan.
Kopi Kapiten masuk dalam salah satu One Pesantren One Product (OPOP) yang memperoleh dorongan langsung Pemprov Jawa Timur melalui Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM.
“Semoga Kapiten dapat menjadi contoh yang baik bagi para produk pesantren lain serta bisa semakin melesat dan mendunia,” ungkap H.Ma’ruf Mubarok atau yang akrab disapa Gus Mamak, Sabtu (4/5/2024).
Menurut Gus Mamak, dengan brand Kapiten Nusantara, membawa produk kopi soda dalam kemasan buatan Pondok Pesantren An-Nur 2 Al Murtadlo Bululawang, Kabupaten Malang, berhasil menembus pangsa pasar di Negara Jiran, Malaysia.
Pada tahun 2023 lalu, Kopi Kapiten Nusantara mengirim ekspor 1800 kaleng minuman kopi bersoda. Pengiriman ekspor itu dilakukan langsung dari pusat produksi Kopi Kapiten Nusantara di Ponpes An-Nur 2 Al Murtadlo Bululawang, Kabupaten Malang pada hari Jumat (21/7/2023) menuju Malaysia.
“Kegiatan ekspor ini dilakukan sebagai bentuk dukungan penuh Kapiten Nusantara untuk industri dalam negeri agar bisa bersaing di ranah internasional. Serta memperluas jaringan kami,” kata Gus Mamak.
Kapiten Nusantara sudah lama ingin melakukan ekspor, namun selama ini banyak dinamika yang harus dilalui hingga akhirnya berhasil untuk melakukan ekspor perdana ke Malaysia. Pihaknya juga mengapresiasi bantuan pemerintah terhadap Kapiten Nusantara hingga kegiatan ini dapat tercapai.
Selaku salah satu Pimpinan Kapiten Nusantara dan juga Perwakilan Pondok Pesantren An-nur 2 Malang, Gus Mamak mengaku senang karena Kapiten Nusantara sebagai minuman asli Malang, dapat memperluas pangsanya hingga ke Negeri Jiran.
“Saya sangat berterimakasih kepada pemerintah karena telah mendukung Kapiten Nusantara hingga bisa sampai di titik ini. Terimakasih banyak sudah selalu percaya dan mendukung kami. Semoga ini bisa menjadi awal yang baik bagi Kapiten Nusantara dikenal di seluruh dunia,” tegasnya.
Pelepasan kegiatan ekspor yang dilaksanakan di Pondok Pesantren An-nur 2 Al Murtadlo Malang ini, juga bukan tanpa alasan. Kata Gus Mamak, selama ini Pondok Pesantren An-nur 2 Malang selain dikenal mampu mencetak santri berkualitas, juga turut berkontribusi terhadap kemajuan UMKM di Jawa Timur.
Gus Mamak menerangkan, bentuk kontribusi yang diberikan juga berupa dukungan terhadap program OPOP Jawa Timur. Dimana program ini adalah, program peningkatan kesejahteraan masyarakat berbasis pondok pesantren melalui pemberdayaan santri, pesantren dan alumni pondok pesantren.
“Kami selalu percaya bahwa pondok pesantren juga mampu turut berkontribusi terhadap kemajuan UMKM lokal. Harapannya tidak hanya An-nur 2 Al Murtadlo Malang saja, tapi seluruh pondok pesantren di Malang Raya bisa turut memberikan sumbangsih bagi UMKM,” tuturnya.
Selain pangsa pasar di Indonesia, Kopi Kapiten Nusantara sudah dikenal luas masyarakat. Harga satu kaleng Kopi hanya dijual Rp 15 ribu. Seluruh proses produksi sejak tahun 2015 lalu, dikerjakan oleh Alumni dan Santri aktif di Ponpes An-Nur 2 Al Murtadlo Malang.
“Ada 25 santri dan alumni yang kita libatkan dalam proses produksinya. Dalam satu bulan, kami mampu memproduksi 40 ribu kaleng kopi Kapiten. Dimana produksi kopi Kapiten juga dilaksanakan di Pondok An-Nur 2, jadi memang kami betul-betul support,” ucap Gus Mamak.
Gus Mamak mengaku, dalam sehari Kopi Kapiten mampu memproduksi 6 ribu botol. Pusat produksi Kopi Soda Kapiten Nusantara yang diresmikan langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansah pada Sabtu (9/12/2023) lalu, kini mampu memproduksi 6.000 minuman kopi bersoda dalam kemasan setiap harinya
“Kopi Kapiten Nusantara sebagai produk minuman yang mengusung tagline Karya Santri dan Anak Bangsa untuk Indonesia, kita investasikan modal awal seluruhnya Rp4,5 miliar. Dimana per hari kami mampu memproduksi 6 ribu minuman kopi soda dalam kemasan,” ucap Gus Mamak.
Ia menambahkan, Kapiten Nusantara merupakan bentuk keseriusan Ponpes An Nur 2 mendorong ekonomi umat yang berdaya bagi seluruh lapisan Masyarakat.
“Kami juga mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada Ibu Gubernur Jatim , Khofifah Indar Parawansa karena telah bersedia meluangkan waktunya untuk meresmikan pabrik Kapiten Nusantara,” pungkas Gus Mamak.
Hadir menerima penghargaan Pengasuh Ponpes An Nur 2 Al Murtadlo, Drs KH Hairuddin A.K. M.Si. “Terimakasih banyak untuk beritajatim.com atas penghargaan yang luar biasa ini. Semoga penghargaan bagi produk inovatif berbasis pesantren ini mampu menjadi semangat kami untuk tetap memunculkan produk kreatif lainnya dari Pesantren,” kata Kiai Hairuddin. (yog/ted)






