Ponorogo (beritajatim.com) – Sebanyak 8 pemuda yang diduga melakukan penyerangan terhadap bus rombongan Persatuan Sepak Bola Pacitan (Perspa) diamankan oleh jajaran Polres Ponorogo. Kejadian penyerangan yang diduga dilakukan oleh oknum suporter Persatuan Sepak Bola Ponorogo (Persepon) di Jalan Ponorogo-Pacitan masuk Kecamatan Slahung Ponorogo pada Minggu (17/12) malam. Akibat penyerangan itu, kaca bus bagian samping dan kaca spion pun pecah karena lemparan batu.
“Kita memang mengamankan beberapa pemuda terkait dugaan peristiwa tindak pidana menyerang bus yang ditumpangi oleh pemain dan ofisial sepak bola dari Pacitan,” kata Kanit Pidum Satreskrim Polres Ponorogo Ipda Guling Sunaka, Senin (18/12/2023).
Beberapa terduga pelaku penyerangan bus Perspa ini, diamankan dari beberapa tempat di Kecamatan Slahung pada Minggu (17/12) malam. Para pemuda yang diamankan ini, berumur belasan tahun hingga umur 20 tahunan. Guling menyebut bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait motif penyerangan terhadap rombongan bus yang ditumpangi punggawa The Ocean Blue, julukan Perspa.
Namun, dugaan awal ketidakpuasan para pemuda itu atas hasil pertandingan antara Perspa melawan Persepon pada Minggu sore di salah satu stadion di Kabupaten Magetan. “Saat ini kita masih mendalami motif dan melakukan klarifikasi kejadian kepada para pemuda ini,” jelasnya.
Dari informasi yang dihimpun oleh Satreskrim Polres Ponorogo, rombongan bus pemain dan official Perspa sudah diikuti oleh pemuda yang diduga dari oknum suporter sejak keluar dari stadion setelah pertandingan di Kabupaten Magetan. Baru ketika bus masuk Kecamatan Balong dilancarkanlah penyerangan dengan pelemparan batu itu. Penyerangan berhenti, setelah bus tersebut masuk ke kantor Polsek Slahung untuk meminta keamanan. “Mereka sebagian sudah membuntuti sejak dati Magetan, hingga melakukan penyerangan do TKP Kecamatan Balong. Ada beberapa bagian bus yang kacanya pecah,” pungkas Guling. (end/kun)






