Ponorogo (beritajatim.com) – Genderang perang terhadap orang yang menerbangkan balon udara mulai dikumandangkan oleh Polres Ponorogo.
Guna mendapatkan zero balon udara di momen lebaran Idulfitri 1443 hijriah nanti, Polres Ponorogo mengadakan sayembara. Ya, tentunya sayembara pemberi informasi balon udara sebelum terbang.
Bagi pemberi informasi akan diberi reward atau penghargaan. Yakni berupa sertifikat dan uang tunai yang mencapai jutaan rupiah.
“Pemberi informasi mengenai balon udara sebelum terbang akan kami beri reward atau penghargaan. Yakni berupa sertifikat dan sejumlah uang tunai,” kata Kapolres Ponorogo AKBP Catur Cahyono Wibowo, Sabtu (30/4/2022).
Informasi sekecil apapun, akan disampaikan kepada Polres Ponorogo. Masyarakat bisa memberitahukan informasi tersebut kepada call center khusus informasi balon udara, yakni di nomor handphone 0822-5706-4999. Informasi yang masuk nanti bakal segera ditindaklanjuti.
“Ada nomor handphone khusus informasi balon udara, masyarakat yang mempunyai info bisa disampaikan ke nomor tersebut. Nanti anggota akan menindaklanjutinya,” kata mantan Kapolres Kota Batu itu.
[berita-terkait number=”4″ tag=”balon-udara-ponorogo”]
Demi keamanan dan privasi dari informan, polisi akan melindungi dan merahasiakan informasi tersebut. Polisi tidak akan mengungkapkannya ke publik. Dengan begini, informan tidak terganggu pasca memberikan informasi itu.
“Informan akan dilindungi dan dirahasiakan identitasnya,” katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Jeifson Sitorus menambahkan sayembara ini merupakan salah satu bentuk keseriusan dari kepolisian supaya Ponorogo zero balon udara saat lebaran Idulfitri nanti.
Sebab, ini juga untuk ketertiban dan keamanan masyarakat juga. Semua orang tahu, keberadaan balon udara dan petasan sudah berdampak buruk. Selain mengganggu lalu lintas penerbangan, juga membahayakan yang membuat maupun orang lain.
“Kita tahu tahun lalu ada 2 korban meninggal karena membuat petasan. Awal bulan Ramadan ini, pemuda di Kecamatan Bungkal 3 jarinya hancur terkena ledakan petasan. Jangan terjadi peristiwa seperti itu lagi di Ponorogo,” pungkasnya. (end/ted)






