Pamekasan (beritajatim.com) – Polres Pamekasan, ikut serta dan berpartisipasi langsung membantu meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan akibat kemarau di wilayah setempat.
Sebab pada musim kemarau tahun ini, titik terdampak kekeringan tersebar di 269 dusun di 76 desa di 11 kecamatan berbeda di Pamekasan. Bahkan Pemkab Pamekasan, melalui BPBD setempat, juga mulai mendistribusikan air bersih sejak Agustus 2024 lalu.
“Untuk membantu meringankan beban masyarakat, kami bersama Polsek jajaran memberikan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Pamekasan, kali ini di Desa Kacok, Kecamatan Palengaan,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Jazuli Dani Iriawan melalui Kasi Humas AKP Sri Sugiarto, Sabtu (21/9/2024).
Program bantuan air bersih tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan. “Kami harapkan program ini bisa meringankan beban masyarakat yang kekeringan air bersih akibat kemarau panjang,” ungkapnya.
“Saat ini hampir semua daerah di Palengaan, mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih. Sehingga dengan program ini bisa membantu masyarakat terdampak kekeringan, termasuk droping air bersih dari pemerintah daerah,” sambung Sri Sugiarto.
Selain di Desa Kacok, pihaknya juga sempat mendistribusikan air bersih gratis di Kecamatan Galis, dan Padwmawu. “Pada proses pengiriman air bersih sebelumnya, Jum’at (19/9/2024). Kami menerjunkan 6 unit truk tangki berisi sekitar 8 ribu liter air bersih,” jelasnya.
“Melalui program ini kami harapkan dapat menjadikan motivasi bagi pihak lain untuk saling tolong menolong antar sesama, sehingga dapat tercipta kondisi kamtibmas di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Sejauh ini, terdapat sejumlah instansi, lembaga maupun instansi yang mulai mendistribusikan air bersih ke beberapa titik terdampak kekeringan di Pamekasan. Selain BPBD Pamekasan, dan lainnya, aksi serupa juga dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, yang mulai melakukan droping air bersih sejak awal September 2024 lalu. [pin/beq]






