Malang (beritajatim.com) – Jelang Pemilu pada 17 April 2019, Polres Malang menggelar doa bersama keselamatan bangsa, Jumat (15/3/2019) malam. Acara tersebut berlangsung di halaman Mapolres setempat. Doa Bersama Majelis Ar-Ridwan, bertujuan supaya pelaksanaan Pemilu di wilayah hukum Polres Malang berjalan damai, aman, lancar dan sejuk.
Hadir dalam doa bersama tersebut ribuan jamaah Majelis Ar-Ridwan Malang Raya, Muspida Kabupaten Malang, para Kapolsek dan pejabat Polres Malang, serta anggota polisi. Termasuk Wakil Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi serta Dandim 0818 wilayah Kabupaten Malang – Kota Batu, Letkol Inf Ferry Muzawwad.
[berita-terkait number=”2″ tag=”pemilu”]
“Kegiatan doa bersama dan istighotsah ini, untuk keamanan, ketertiban, dan kelancaran di wilayah Kabupaten Malang saat pelaksanaan Pemilu 2019,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Sabtu (16/3/2019).
Kata Ujung, menyongsong pemilihan Presiden (Pilpres) dan pemilihan Legislatif (Pileg), berharap masyarakat Kabupaten Malang tidak larut dalam perbedaan yang ada. Boleh berbeda, namun jangan sampai memperpecah persaudaraan karena beda pilihan.
“Kami bersama Dandim 0818 sebagai penanggung jawab keamanan, berkepentingan mengajak masyarakat untuk bisa saling menjaga keamanan, sehingga pembangunan kedepan bisa berjalan dengan baik,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Malang, Sanusi. Dirinya mengajak seluruh masyarakat, terutama jamaah yang hadir untuk memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, dengan tujuan menjadikan Kabupaten Malang sebagai wilayah yang aman, dan nyaman.
“Mudah-mudahan kehadiran kita dalam kegiatan ini, membawa perdamaian, kesejukan dan keselamatan untuk Bangsa ini, khususnya di Kabupaten Malang. Saya, Kapolres, dan Dandim merupakan pelaksana penyelenggaraan pemerintahan. Sedangkan Habib, para kiai dalam hal pembinaan dan pembangunan metal. Jika keduanya berjalan baik, Insyaallah negara ini juga akan berjalan baik,” terang Sanusi yang juga Plt Bupati Malang itu.
Sanusi melanjutkan, konsep kepemimpinan sudah diajarkan Rasulullah sejak dahulu. “Jika semua pimpinan mengikuti ajaran Rasulullah, yakni menjalankan perintah Allah SWT, dan kedua sepenuhnya melayani rakyat, maka Insyaallah negara ini dapat menjadi negara yang sejahtera, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Negeri yang subur, makmur, adil dan aman,” pungkasnya. [yog/suf]






