Malang (beritajatim.com) – Polres Malang kembali menyalurkan bantuan modal usaha kerja dan UMKM kepada perwakilan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.
Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan, bantuan tersebut sudah ketiga kalinya disalurkan kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Polres Malang sendiri telah menyalurkan bantuan modal usaha dan UMKM kepada tujuh perwakilan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.
“Sampai sekarang sudah ada 7 keluarga yang menerima. Apabila ada yang membutuhkan, kami terus membuka kesempatan. Tentunya dengan dukungan teman-teman pengusaha, kami kan sifatnya hanya menyalurkan,” kata Kholis Aryana, Kamis (12/10/2023).
Kholis menjelaskan, penyaluran bantuan modal usaha dan UMKM itu merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberikan pendampingan kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Tidak hanya penyaluran bantuan modal usaha, Polres Malang juga mengupayakan agar keluarga korban Tragedi Kanjuruhan mendapatkan kemudahan untuk akses kesehatan dan pendidikan.
BACA JUGA:
Selain Materi, Polres Malang Bantu Renovasi Rumah Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan
“Saat ini kita sedang menyempurnakan data-data yang diminta Pemerintah Kabupaten Malang untuk bisa di dukung masalah pendidikannya,” ujarnya.
Selain itu, Polres Malang pada pekan lalu juga membantu melakukan renovasi rumah salah satu keluarga korban Tragedi Kanjuruhan di Kecamatan Wagir.
“Sampai saat ini masih terus berjalan, ada satu rumah yang kita kerjakan. Mudah-mudahan satu dua minggu ke depan bisa selesai, nanti kami akan tinjau juga. Yang pasti kami terus bergerak,” Kholis mengakhiri.

Bantuan diserahkan pada keluarga Wiyanto (52), warga Jalan Garuda, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Wiyanto adalah ayah kandung dari korban Tragedi Kanjuruhan atas nama Septian Ragil Saputra (21).
BACA JUGA:
Duka Berlarut dan Impunitas yang Tak Surut dalam Tragedi Kanjuruhan Malang
Juga kepada keluarga Musiyeh (45), warga Dusun Penjalinan, Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Godanglegi, Kabupaten Malang. Musiyeh merupakan ibu kandung korban meninggal atas nama Syahrullah (18).
Bantuan usaha juga diberikan pada Hartini, warga Jalan Sidodadi, Desa Wadanpuro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. [yog/beq]






