Politik Pemerintahan

SK Kenaikan Pangkat Diprotes, Bupati Faida: Salah Ketik Bisa Diperbaiki

Bupati Faida

Jember (beritajatim.com) – Sejumlah pegawai negeri sipil Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, mempersoalkan adanya kesalahan dalam surat keputusan kenaikan pangkat yang mereka terima. Alhasil, mereka mendatangi kantor Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Jember untuk komplain.

Bagaimana respons Bupati Faida? “Kekeliruan SK kalau memang ada selalu kita umumkan. Namanya juga pekerjaan administratif. Bisa jadi ada salah ketik, salah nama, salah ini. Saya kira bisa dilayani dan diperbaiki,” katanya kepada wartawan, Rabu (5/8/2020).

Hal ini juga ditegaskan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Gatot Triyono. “Itu masalah administrasi, ya wajar ada kesalahan ketik. Yang ada kesalahan segera direvisi. Langsung. Kalau ada kesalahan ketik nama, NIP (Nomor Induk Pegawai), segera dilaporkan ke BKPSDM untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Menurut Gatot, kemungkinan adanya faktor kesalahan manusiawi bisa terjadi. “Tapi tidak banyak kok. Tidak mempengaruhi apa-apa, diperbaiki, selesai,” katanya.

Mereka yang mengeluhkan kesalahan ketik SK itu adalah bagian dari ribuan PNS yang mendapatkan SK kenaikan pangkat dari Bupati Faida, Senin (3/8/2020).

Faida menyerahkan surat keputusan kenaikan pangkat untuk 1.624 aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, di Pendapa Wahyawibawagraha. Ada 924 guru, 27 tenaga medis puskesmas, 589 sumber daya manusia organisasi perangkat daerah (OPD), dan 84 ASN di kecamatan yang menerima SK.

Sejumlah PNS yang mendatangi kantor Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Jember untuk komplain, Rabu (5/8/2020).

Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Jember menerima banyak laporan dari sejumlah pegawai negeri sipil yang mengeluhkan kesalahan ketik dalam surat keputusan kenaikan pangkat dari Bupati Faida. Ketua PGRI Jember Supriyono mengatakan, ada dua model kenaikan pangkat, yakni kenaikan pangkat reguler dan kenaikan pangkat dengan penyesuaian ijazah pendidikan yang diperuntukkan bagi PNS yang menempuh kuliah lagi, terutama guru.

Baca Juga:

    “Kalau misalnya semula pangkat saya 2c, saya bisa naik pangkat menjadi 3a setelah ijazah saya keluar. Nah, ini ada yang punya ijazah dan punya SK jabatan guru pertama, tapi naiknya malah 2d. Ini kan lucu. Itu kan namanya kenaikan pangkat reguler, bukan penyesuaian ijazah. Semestinya kan naik pangkat ke 3a,” katanya.

    Selain itu, karena kesalahan ketik SK, ada juga PNS justru turun pangkat. “Katakanlah ada yang seharusnya naik pangkat dari 3b ke 3c, tapi di SK malah muncul 2d, lah kan malah turun ini. Dari sekian kasus ini, saya belum identifikasi jumlahnya. Tapi dari yang menelpon untuk mengadu ya banyak. Saya tidak bisa menyampaikan jumlahnya sebelum ada data yang masuk ke saya,” kata Supriyono. Kesalahan ini akan berdampak terhadap gaji mereka jika tak segera diperbaiki. [wir/ted]





    Apa Reaksi Anda?

    Komentar