Politik Pemerintahan

Gubernur Coret Belanja Souvenir Rp 2,6 M dari Raperbup APBD Jember 2020

Bupati Faida saat bertemu anggota DPRD Jember (dok humas)

Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, ternyata masih mengalokasikan anggaran belanja yang bukan bersifat wajib, mengikat dan mendesak dalam Rancangan Peraturan Bupati tentang Perubahan Penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2020.

Sejumlah anggaran belanja tersebut antara lain belanja souvenir, cinderamata, karangan bunga sebesar Rp 2,609 miliar; anggaran belanja modal peralatan dan mesin pengadaan kendaraan bermotor penumpang sebesar Rp 437,107 juta; anggaran belanja modal peralatan dan mesin pengadaan alat kantor lainnya sebesar Rp 5,765 miliar.

Ada pula anggaran belanja modal peralatan dan mesin pengadaan meubelair sebesar Rp 2,471 miliar; anggaran belanja modal peralatan dan mesin pengadaan personal komputer sebesar Rp 2,503 miliar; dan anggaran belanja modal peralatan dan mesin – pengadaan peralatan personal kornputer sebesar Rp 1,048 miliar.

Dalam surat keputusan pengesahan rancangan peraturan bupati Jember tersebut, Gubernur Khofifah Indar Parawansa meminta Pemerintah Kabupaten Jember agar mencermati dan meneliti kembali kategori atau karakteristik belanja – belanja yang tercantum. Pemkab Jember harus melihat apakah belanja tersebut bersifat wajib, mengikat dan mendesak, sebagaimana peraturan perundang-undangan terjait peraturan kepala daerah tentang penggunaan APBD. Apabila dalam Rancangan Peraturan Bupati Perubahan Penggunaan APBD terdapat belanja yang bukan bersifat wajib, bersifat mengikat dan mendesak agar dihapus.

Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim

Wakil Ketua DPRD Jember Ahmad Halim meminta pemkab mematuhi keputusan gubernur itu. “Bila tak dilaksanakan, pasti ada konsekuensi di belakang harinya. Kami mengingatkan bahwa itu adalah bentuk payung hukum. Kalau tidak dilaksanakan, kami khawatir di belakang hari akan ada masalah,” katanya, Selasa (9/6/2020). Jika aturan gubernur tetap ditabrak, maka itu sama saja ketidakpatuhan terhadap aturan main.

Sekretaris Daerah Jember Mirfano mengatakan, semua yang direkomendasikan gubernur sudah ditindaklanjuti. “Ini on process. Insya Allah dalam waktu dekat segera kami selesaikan pengundangannya, lalu kami kirimkan lagi ke gubernur,” katanya.

Soal belanja souvenir dan lain-lain, Mirfano mengaku tak hapal. “Intinya semua yang jadi rekomendasi gubernur sudah kami follow up,” katanya. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar