Politik Pemerintahan

Empat CV Rekanan Katering Covid Siap Bayar Tunggakan Pajak

Kepala Bapenda Jember Suyanto (kanan) [foto: Oryza A. Wirawan]

Jember (beritajatim.com) – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya tunggakan pajak restoran oleh delapan perusahaan berbadan hukum CV (Commanditaire Vennootschap) yang menjadi rekanan pengadaan katering untuk penanganan Covid-19 sebesar Rp 821.613.700.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Jember Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah, katering merupakan salah satu obyek pajak restoran. Pajak restoran termasuk jenis pajak yang dibayar sendiri oleh wajib pajak, dan setiap perusahaan itu seharusnya membayar pajak restoran sebesar 10 persen dari nilai pembayaran yang diterima.

“Sudah ada itikad baik. Bendahara pengeluaran BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Jember ke Bapenda (Badan Pendapatan Daerah). Ada beberapa CV yang akan menyelesaikan pembayaran,” kata Pelaksana Tugas Kepala Bapenda Jember Suyanto, Rabu (17/3/2021).

Menurut Suyanto, empat CV menyatakan siap membayar. “Mereka sudah berkoordinasi dengan Bapenda mau membayar. Masih belum, masih proses. Dan sudah kami sampaikan ke BPBD agar yang belum bayar ini untuk ditagih,” katanya.

Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto mengatakan, temuan BPK ini bikin heboh. “Kalau perlu dipanggil semua itu rekanan pihak ketiga ini,” katanya.

Delapan CV ini dibayar sebesar Rp 8,216 miliar. Enam perusahaan menangani katering untuk warga lanjut usia, satu perusahaan menangani katering untuk rapid tes santri, dan satu perusahaan untuk menangani katering klien di karantina Jember Sport Garden. “Banyak ternyata katering Covid,” kata David. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar