Pamekasan (beritajatim.com) – Fenomena menarik terjadi di SD Negeri Jungcangcang 3 Pamekasan, khususnya setelah sempat menjadi sorotan dan atensi publik karena hanya menerima tiga murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. Kini sekolah negeri yang beralamat di Jl Segara 189 Pamekasan, memiliki komposisi peserta didik yang didominasi warga Jl Shinhaji, Kelurahan Jungcangcang, Pamekasan.
Berdasar data yang dihimpun beritajatim.com, total jumlah murid SD Negeri Jungcancang 3 Pamekasan tercatat sebanyak 50 orang. Sebagian besar merupakan anak-anak dari warga Jl Sinhaji, Jungcangcang, Pamekasan, dan tersebar di berbagai jenjang kelas.
Angka tersebut meliputi sebanyak tiga murid kelas 1 dan seluruhnya merupakan warga Jl Sinhaji, satu murid kelas 2 juga berasal dari Jl Sinhaji, murid kelas 3 sebanyak 10 orang yang seluruhnya merupakan anak-anak Jl Sinhaji. Sementara kelas 4 sebanyak 12 murid dan kelas 5 sebanyak 12 murid dengan latar belakang warga campuran alias beragam, sedangkan kelas 6 dihuni sebanyak 10 murid, dan seluruhnya warga Jl Sinhaji.
“Dari total 50 murid di SD Negeri Jungcancang 3, mayoritas merupakan anak-anak dari Jl Sinhaji. Bahkan untuk kelas 1, 2, 3 dan 6 seluruhnya merupakan anak-anak Sinhaji, hanya kelas 4 dan 5 yang dihuni anak-anak dari beragam kelurahan, sekalipun ada sebagian juga dari Sinhaji,” kata Kepala Disdikbud Pamekasan, Achmad Basri Yulianto, Kamis (16/7/2026).
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan komunitas warga Jl Shinhaji, Kelurahan Jungcangcang, menjadi salah satu penopang keberlangsungan jumlah murid di SDN Jungcangcang 3.
Terlebih pada tahun ajaran 2025-2026 lalu, sekolah ini juga sempat menjadi perhatian publik karena hanya memperoleh satu murid baru, satu-satunya murid dari Jl Sinhaji. “Dibanding tahun sebelumnya, tentu angka murid baru tahun ini meningkat sekalipun tidak signifikan,” ungkapnya.
Di sisi lain, kondisi bangunan sekolah yang sebagian telah mengalami kerusakan akibat faktor usia juga menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan bahkan telah mengusulkan perbaikan SD Negeri Jungcangcang 3 bersama sekolah-sekolah lain yang membutuhkan rehabilitasi.
Beberapa faktor lain yang dinilai memengaruhi pilihan masyarakat dalam menentukan sekolah dasar bagi anak-anak mereka, salah satunya ketimpangan jumlah peminat antar sekolah. Sekolah-sekolah yang telah memiliki predikat favorit cenderung dipadati pendaftar, sementara sekolah lain mengalami kekurangan peserta didik.
“Kondisi masyarakat untuk memilih SD Negeri Jungcancang 3 juga menjadi salah satu faktor utama ketimpangan, seiring dengan kondisi sekolah favorit yang menumpuk peminat sehingga sekolah lain mengalami nasib sebaliknya (sepi peminat),” jelasnya.
Selain itu, masih terdapat stigma di tengah masyarakat yang menganggap sekolah yang berada di wilayah pinggiran memiliki kualitas lebih rendah, meskipun kualitas tenaga pendidiknya tidak kalah dengan sekolah lain. “Kurangnya informasi kepada orang tua mengenai program, prestasi, dan layanan sekolah juga menjadi penyebab rendahnya minat masyarakat menyekolahkan anak di SDN Jungcangcang 3,” sambung Hairul Saleh.
“Padahal SD Negeri Jungcangcang 3 merupakan sekolah negeri berakreditasi B, dan sekolah ini tetap menjalankan proses pembelajaran sebagaimana sekolah dasar pada umumnya dengan dukungan tenaga pendidik yang tersedia,” imbuhnya.
Sebagai respon dari kondisi tersebut, pihaknya melakukan berbagai langkah dan upaya yang berorientasi pada pemerataan pemilihan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. “Beberapa upaya yang kami lakukan di antaranya pemerataan mutu melalui program sekolah penggerak dan guru penggerak, termasuk transparansi data dan publikasi nilai akreditasi maupun prestasi di Disdikbud,” tegasnya.
“Tidak kalah penting juga harus dibarengi dengan sosialisasi berupa kampanye ‘Sekolah Dekat Rumah Hebat Juga’ saat PPDB. Intinya masyarakat memilih sekolah itu gabungan anyata yang mampu, yang dekat dan yang bagus,” pungkasnya.
Secara geografis, letak SD Negeri Jungcancang 3 Pamekasan memang berdekatan dengan beberapa sekolah lain di kelurahan yang sama. Di antaranya SD Negeri Jungcancang 1 di Jl Segera, SD Negeri Jungcancang 5 di Jl R Abd Aziz, serta SDI Al-Munawarah di Jl Brawijaya Indah. [pin/but]

as a preferred source on Google




