Mojokerto (beritajatim.com) – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani terus dilakukan.
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menegaskan komitmen tersebut saat menghadiri kegiatan Panen Padi dan Penyerahan Bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 di Desa Beloh, Kecamatan Trowulan.
Dalam kegiatan tersebut, Gus Barra (sapaan akrab, red) melakukan panen padi bersama para petani sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada kelompok tani di berbagai wilayah Kabupaten Mojokerto.
Berbagai bantuan yang disalurkan meliputi 22 unit pompa air, 13 unit irigasi perpompaan, 10 unit rehabilitasi jaringan irigasi tersier, dua unit combine harvester besar, serta 23.670 kilogram benih jagung untuk 104 kelompok tani.
Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani.
Secara simbolis, bantuan 22 unit pompa air tiga inci dengan nilai Rp187.110.000 diserahkan kepada Kelompok Tani Dahlia Jingga Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong sebagai perwakilan penerima bantuan.
Sementara bantuan 10 unit rehabilitasi jaringan irigasi tersier senilai Rp1 miliar diberikan kepada Kelompok Tani Rukun Makmur Desa Kalipuro, Kecamatan Pungging. Selain itu, bantuan 13 unit irigasi perpompaan senilai Rp2.024.100.000 diterima secara simbolis oleh Kelompok Tani Tani Jaya Desa Perning, Kecamatan Jetis.
Dua unit combine harvester besar senilai Rp816 juta diserahkan kepada Kelompok Tani Tani Mulyo 3 Desa Beloh, Kecamatan Trowulan. Sedangkan bantuan 23.670 kilogram benih jagung senilai Rp1.420.200.000 diterima secara simbolis oleh Kelompok Tani Subur Makmur Desa Sambilawang, Kecamatan Dlanggu sebagai perwakilan dari 104 kelompok tani penerima.
Dalam sambutannya, Gus Barra menyampaikan bahwa kegiatan panen padi menjadi bentuk rasa syukur atas kerja keras para petani yang selama ini berperan menjaga sektor pangan. Menurutnya, hasil panen tidak hanya berasal dari proses budidaya, tetapi juga buah dari kerja keras, doa, serta semangat gotong royong masyarakat.
“Ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi kesejahteraan masyarakat dan kedaulatan bangsa. Kabupaten Mojokerto memiliki potensi yang besar untuk terus berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita Indonesia menuju swasembada pangan,” ujar Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, penguatan sektor pertanian menjadi bagian dari implementasi Misi Ketiga Catur Abhipraya Mubarok, yakni mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif melalui penguatan sektor unggulan daerah. Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Gus Barra mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi sektor pertanian, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan ketersediaan air, serangan organisme pengganggu tanaman, hingga menurunnya jumlah tenaga kerja pertanian. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemkab Mojokerto terus mendorong mekanisasi pertanian serta penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS).
Program tersebut ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas padi hingga mencapai 10–12 ton per hektare.
“Saya optimistis, dengan semangat gotong royong, pemanfaatan teknologi pertanian modern, serta dukungan seluruh masyarakat, Kabupaten Mojokerto akan terus menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Timur dan memberikan kontribusi nyata bagi keberhasilan program swasembada pangan nasional,” pungkasnya. [tin/ted]






