Situbondo (beritajatim.com) – Gelombang pasang disertai angin kencang menerjang pesisir Dusun Pandean, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (15/7/2026) itu mengakibatkan dua rumah warga mengalami kerusakan akibat terjangan ombak.
Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono, mengatakan gelombang pasang mulai memicu banjir rob sekitar pukul 10.30 WIB di sejumlah titik kawasan Pantai Pandean. Kondisi kemudian memburuk sekitar pukul 12.00 WIB ketika tinggi gelombang mencapai sekitar dua meter.
“Gelombang pasang menyebabkan banjir rob, kemudian ombak semakin tinggi hingga merusak bagian rumah warga yang berada di bibir pantai. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian ini,” kata Puriyono, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, rumah milik Juhari (48) mengalami kerusakan pada lantai dan teras yang jebol sepanjang sekitar tiga meter. Kerugian ditaksir mencapai Rp7 juta.
Sementara itu, rumah milik Saiful (40) mengalami kerusakan pada pondasi dapur yang ambrol sepanjang kurang lebih dua meter. Nilai kerugian diperkirakan sekitar Rp5 juta.
Puriyono menjelaskan, cuaca ekstrem menjadi penyebab terjadinya gelombang pasang yang disertai abrasi di kawasan tersebut.
Usai menerima laporan, tim Pusdalops dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Situbondo langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan berbagai pihak.
“Petugas melakukan kaji cepat terhadap dampak kejadian, berkoordinasi dengan kecamatan, TNI, Polri, pemerintah desa, serta relawan untuk penanganan awal dan pendataan kerusakan,” ujarnya.
Selain BPBD, penanganan di lokasi juga melibatkan unsur Kecamatan Banyuputih, Polsek, Koramil, Tagana, Pemerintah Desa Wonorejo, dan warga setempat.
BPBD Situbondo mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (awi/kun)






