Politik Pemerintahan

Blusukan dan Serap Aspirasi Ala Badrut Tamam

Bupati Pamekasan, Badrut Tamam (kiri) bersama Camat Pamekasan dan warga berbincang santai dalam aksi blusukan di luar jam dinas.

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam meninjau sejumlah desa/kelurahan di wilayah setempat, sekaligus menyempatkan diri berbincang dengan beberapa warga dalam rangka menyerap aspirasi secara langsung dari masyarakat.

Aksi blusukan tersebut dilakukan bupati muda yang familiar dengan sapaan Mas Tamam di luar jam dinas, yakni saat libur agenda kedinasan, Sabtu (19/6/2021) lalu. Di mana dalam kesempatan tersebut, ia bersama rombongan datang ke sejumlah desa/kelurahan di kecamatan Pamekasan dengan mengendarai motor.

 

Di antaranya kunjungan ke Kelurahan Bugih, Gladak Anyar, Jungcancang, Kowel, hingga ta’ziyah ke rumah Kepala Desa (Kades) Teja Barat, Kecamatan Pamekasan. Bahkan dalam berbagai kesempatan kunjungan, ia juga menyempatkan diri berbincang dan menyerap aspirasi dari masyarakat bawah.

“Memang kita memiliki agenda untuk sering turun langsung ke desa-desa, guna menyerap aspirasi secara langsung dari masyarakat. Tujuannya untuk menggali berbagai potensi yang ada di desa-desa maupun kelurahan, guna mewujudkan desa tematik,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam, Selasa (22/6/2021).

Tujuan lain dari kegiatan tersebut, dilakukan dalam rangka untuk memastikan potensi desa/kelurahan agar bisa dikembangkan sehingga dapat memberikan dampak positif untuk peningkatan sektor ekonomi, sekaligus demi kesejahteraan masyarakat.

“Ada beberapa kelurahan yang memiliki inisiatif mengembangkan potensi yang ada, misalnya Kelurahan Bugih yang fokus pada pengembangan wisata kuliner. Termasuk juga di Kelurahan Kowel, ada beberapa potensi wisata yang mau dikembangkan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, beberapa ide yang digagas pemerintah desa/kelurahan juga membuatnya bangga dan sangat mengapresiasi. “Dalam kesempatan itu, kami juga menemukan gagasan wisata goverment. Anak-anak SMA nantinya akan diajak untuk mengetahui peran dan fungsi kelurahan, kecamatan, pemerintahan dan instansi lainnya,” imbuhnya.

“Alhamdulillah, para lurah sudah bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya, beberapa potensi ekonomi juga sangat luar biasa. Misalnya kerajinan membuat rebana ada yang pakai tangan (manual) dan ada juga yang sudah pakai mesin, ini potensi khas yang dimiliki oleh kita semua,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya mengaku sengaja melakukan aksi blusukan saat hari libur sebagai upaya untuk selalu menjadikan dirinya tidak berjarak dengan masyarakat. “Pak Camat, Pak Lurah dan kita adalah The Dream Team atau tim impian. Orientasi akhirnya adalah layanan semakin bagus,” pungkasnya. [pin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar