Politik Pemerintahan

22 Pegawai Dishub Kota Malang Positif Covid-19 Karena Nekat Kerja

Kantor Dishub Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang mengumumkan sekitar 22 pegawai di Dinas Perhubungan setempat terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah ini diketahui setelah Satgas Covid-19 melakukan uji swab massal di organisasi perangkat daerah itu.

Wali Kota Malang Sutiaji mengungkapkan kasus ini bermula dari salah seorang pegawai Dishub Kota Malang yang kehilangan indra perasa dan penciuman. Gejala-gejala Covid-19 itu dirasakan namun tak dilaporkan. Bahkan pegawai itu masih nekat bekerja.

“Kasus ini bermula dari seorang pegawai yang kehilangan indra penciuman dan perasa tapi tetap masuk (kerja). Mereka semua orang kantor. Bukan yang di lapangan jadi tidak menganggu aktivitas di pos pelayanan dan pengamanan natal dan tahun baru,” ujar Sutiaji.

Sutiaji mengatakan, setelah mereka melakukan swab massal. Selanjutnya bagi pegawai yang positif dibawa ke rumah karantina Jalan Kawi dan Rumah Sakit Lapangan Ijen Boulevard. Pemkot Malang melarang keras isolasi mandiri sehingga mereka harus menjalani isolasi di dua tempat itu.

“Kami meminimalisir isolasi mandiri. Untuk itu saya minta semuanya kemarin ke Safe House Kawi dan Rumah Sakit lapangan Ijen Boulevard,” kata Sutiaji.

Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto mengatakan setelah 22 pegawai dinyatakan positif Covid-19. Satgas Covid-19 Kota Malang melalukan sterilisasi gedung perkantoran. Mereka juga memberlakukan work from home selama proses sterilisasi.

“Dari hasil swab itu memang ada sekitar 22 pegawai yang positif. Maka perlu dilakukan penaatan berkaitan dengan pelaksanaan kerja, diantaranya adalah mengefektifkan pelaksaan WFH,” tandas Nur Widianto. (Luc)



Apa Reaksi Anda?

Komentar