Lumajang (beritajatim.com) – Pelaku begal yang terjadi di kawasan Jalan Lintas Selatan (JLS) Desa Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, akhirnya ditangkap.
Kepolisian Resor Lumajang, telah mengamankan dua orang pelaku begal berinisial NH dan MH, warga Desa Pandanaarum, Kecamatan Tempeh.
Sebelumnya, seorang pemuda bernama Taufik Hidayat Desa/Kecamatan Sumbersuko, telah menjadi korban begal yang dilakukan NH dan MH.
Saat itu, korban mendapat kekerasan fisik setelah dikeroyok dan dipukul di bagian kepala hingga mengalami luka dan pendarahan.
Bahkan, salah satu pelaku juga sempat mengancam korban menggunakan senjata tajam jenis pisau.
Setelah menganiaya korban, kedua pelaku kemudian mendorong korban hingga terjatuh dari jembatan ke sungai Bondoyudo.
“Sesudah dilempar dari atas jembatan ke sungai itu motor sama hp saya dibawa kabur. Untungnya saya masih selamat.Tapi kepala saya luka kena pukul kunci motor,” ucap Taufik saat dijumpai di rumahnya.
Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, terdapat 4 orang yang terlibat dalam aksi pencurian dengan pemberatan atau begal terhadap korban.
Dua diantaranya saat ini sudah diamankan di Mapolres Lumajang, untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
“Tersangka NH kami amankan Selasa 28 April 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Kalau MH diserahkan langsung oleh keluarganya ke petugas,” kata Suprapto di Lumajang, Kamis (30/4/2026).
Menurutnya, salah satu pelaku yang sudah diamankan berinisial MH merupakan anak di bawah umur.
Saat ini, kasus yang menjerat MH berada dalam penanganan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lumajang.
“Jadi, memang benar kalau MH ini merupakan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) karena masih berusia 15 tahun. Saat ini, kasusnya ditangani Unit PPA,” tambah Suprapto.
Kepolisian Resor Lumajang, masih memburu dua pelaku lain yang terlibat dalam aksi begal tersebut. (has/ted)






