Ponorogo (beritajatim.com) – Polisi dari Polres Ponorogo sudah mengantongi identitas terduga penyebar video asusila yang viral di bumi reog. Video self service yang dilakukan oleh siswi salah satu sekolah di Ponorogo itu, diduga disebarkan oleh pacarnya. Surat pemanggilan pun sudah dilayangkan oleh pihak kepolisian. Terduga penyebar itu, dipanggil masih dalam status sebagai saksi. Polisi masih akan menggali keterangan dari yang bersangkutan.
“Terduga penyebar sudah kita lakukan pemanggilan sekali, tetapi yang bersangkutan tidak datang,” kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Nikolas Bagas Yudi Kurnia, Jumat (09/06/2023).
Tak patah arang, petugas kepolisian pun melakukan pemanggilan lagi. Yang rencananya akan dijadwalkan pada hari Sabtu (10/6) besok. Niko sapaan Nikolas Bagas Yudi Kurnia mengungkapkan, jika pada penggilan kedua ini, yang bersangkutan kembali mangkir, tidak menutup kemungkinan akan melakukan pemanggilan paksa.
“Kita surati lagi untuk pemanggilan kedua yang rencananya hari Sabtu besok. Kalau mangkir lagi, ya akan kita lakukan jemput paksa,” ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Nganjuk tersebut.
Baca Juga: Ortu Terduga Pemeran Video Asusila di Ponorogo Lapor Polisi
Surat panggilan dialamatkan ke rumah terduga penyebar yang ada di Kabupaten Ponorogo. Meski, diketahui yang bersangkutan saat ini sedang berada di luar kota. Dia meminta yang bersangkutan untuk kooperatif terhadap petugas, dengan secara sadar untuk memenuhi panggilan yang kedua tersebut.
“Tolong kooperatif, kita pastikan sementara yang menyebarkan pertama kali adalah pacar korban,” katanya.
Niko menambahkan bahwa dalam kasus pengungkapan penyebar video asusila yang viral di Ponorogo itu, petugas kepolisian sudah memeriksa beberapa saksi. Mulai dari korban atau pemeran dalam video tersebut, orangtua korban dan pihak sekolah dimana korban belajar.
“Dugaan pelaku penyebar video itu, juga masih seusia pelajar,” kata perwira polisi yang mengidolakan klub sepakbola AC Milan tersebut.
Untuk diketahui sebelumnya, orangtua pemeran video asusila self service yang viral di Ponorogo itu lapor polisi. Orangtuanya merasa anak perempuannya itu sebagai korban. Dia meminta keadilan ke polisi, untuk mengusut tuntas siapa dalang dibalik penyebaran video asusila yang menyebar luas di aplikasi pesan whatsapp warga Ponorogo tersebut. (end/ted)






