Surabaya (beritajatim.com) – Polda Jatim sampai saat ini masih melakukan profiling terhadap pelaku perampokan dan penyekapan Wali Kota Blitar, Santoso, berikut istri dan 3 anggota Satpol PP di rumah dinasnya, Jl Jalan Sudanco Supriyadi, Sananwetan, Kota Blitar, Senin (12/12/2022) lalu. Meski sudah 20 hari paska kejadian, namun belum terungkap siapa pelakunya.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Toni Harmanto dalam Rapat Analisa dan Evaluasi (Anev) akhir tahun 2022 di Gedung Rupatama, Polda Jatim, menjelaskan, profil para pelaku telah dikantongi. Ketika sudah tertangkap, akan segera diungkap motifnya kepada publik. “Mudah-mudahan tertangkap malam ini, besok, atau lusa sehingga kami bisa ungkap motifnya,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”polda-jatim”]
Irjen Toni bercerita, hingga saat ini anggota Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim belum kembali dan masih melakukan perburuan.
“Mohon doanya, PJU kami tim kami hingga saat ini belum kembali, dan memastikan. Kami bisa pastikan tangkap malam ini, besok atau lusa,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Walikota Blitar Santoso dan istrinya beserta anggota Satpol PP, jadi korban penyekapan dan perampokan di rumah dinasnya Jl Sudanco Suprijadi 18, Blitar, Senin (12/12/2022) sekitar pukul 03.00 WIB.
Aksi penyekapan dan perampokan terhadap Walikota Blitar ini diduga dilakukan sejumlah pria terlatih dan pecatan dari sebuah instansi.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengungkapkan, Polda Jawa Timur menerjunkan Tim Jatanras dan Labfor untuk secepatnya mengungkap kasus yang diduga pelakunya sudah terlatih dan paham benar situasi di lokasi.
“Informasi yang kami terima dari Polres Blitar, para tersangka jumlahnya beberapa orang. Mereka datang menggunakan lebih satu Innova. Plat merah yang dipasang juga diduga palsu,” katanya.
Sementara Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Totok Suharyanto mengungkapkan terduga pelaku perampokan dan penyekapan itu berjumlah 5 orang. Namun, hingga kini masih didalami lagi oleh pihaknya. “Keterangan dari saksi untuk sementara pelaku diduga ada lima orang. Tapi ini masih dalam proses pendalaman,” katanya, Selasa (13/12/2022). [uci/kun]






