Gresik (beritajatim.com) – Guna mengantisipasi aksi balas dendam terkait kasus pengeroyokan yang melibatkan anggota perguruan silat, polisi di Gresik meningkatkan intensitas patroli. Selain patroli, aparat penegak hukum juga memburu pelaku lainnya yang menyebabkan KM (26) warga Desa Cerme Lor, Kecamatan Cerme mengalami luka-luka.
Kasus pengeroyokan tersebut, menjadi atensi jajaran kepolisian. Berbagai langkah disiapkan untuk meminimalisir aksi tawuran dan perkelahian dengan jumlah massa yang lebih besar. “Patroli akan ditingkatkan. Khususnya, pada jam malam dan wilayah rawan,” ujar Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Aldhino Prima Wirdhan, Rabu (7/06/2023).
Sebelumnya lanjut dia, pihaknya telah menetapkan dua orang tersangka yang masih berusia di bawah 20 tahun. Masing-masing berinisial K dari Kecamatan Benjeng, dan R asal Kecamatan Cerme. Termasuk memeriksa delapan saksi atas kejadian tersebut. “Saat kejadian rupanya ada tiga peristiwa serupa. Sehingga, motif pelaku untuk melampiaskan dendam dan mencari eksistensi,” ujarnya.
Untuk kepentingan penyelidikan, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Namun, kedua pelaku diamankan di rumah masing-masing.
Aldhino menegaskan bahwa kasus tersebut menjadi atensi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ada tambahan tersangka atas kasus yang terjadi di Desa Cerme Lor Kecamatan Cerme tersebut. “Kami akan sangkakan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Ancaman hukuman maksimal 5,5 tahun penjara,” kata Aldhino.
Seperti diberitakan, aksi anarkis dari oknum kelompok pesilat kembali terjadi di wilayah Kabupaten Gresik. Pada Minggu lalu (4/6), seorang pemuda berinisial KM menjadi sasaran pengeroyokan. Bahkan, komplotan tersebut juga ikut melakukan pengerusakan barang di sebuah warung kopi di kawasan Kecamatan Cerme.
Peristiwa bermula saat oknum kelompok pesilat melakukan konvoi kendaraan bermotor. Saat melintas di lokasi kejadian, mendadak motor mereka berhenti dan langsung menyerang korban. “Sedang beristirahat kerja di warung kopi, mendadak didatangi sekitar 20 orang lebih,” ujar pria 20 tahun tersebut.
BACA JUGA:
Material Bangunan Masjid di Gresik Ini Manfaatkan Limbah Padat Pembakaran Batu Bara
Beruntung, pria yang berprofesi sebagai tukang las itu bergegas mengamankan diri. Dengan bersembunyi di bawah meja warung. Meski demikian, komplotan oknum pun melampiaskan amarahnya dengan merusak perabotan yang ada. Ada sekitar tiga orang yang mengeroyok saya. Sedangkan oknum lainnya melempar botol dan gelas-gelas,” tandasnya. [dny/kun]






