Malang (beritajatim.com) – Politeknik Negeri Malang (Polinema) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan 8 institusi berbeda dan kuliah tamu dengan perusahaan. Acara ini diadakan pada Selasa (27/2/2024) di gedung Teknik Sipil Ruang Auditorium.
8 institusi yang menjalin kerjasama dengan Polinema, yaitu PT Teknindo Geosistem Unggul, PT Utero Kreatif Indonesia, Indonesia Smart Academy, Kecamatan Poncokusumo, MGMP Informatika SMP Kabupaten Malang, LPK Nurmadinah, SMK Widyagama, dan UCSI University Malaysia. Pada kesempatan yang sama diadakan juga kuliah tamu dan guest lecturer.
Kuliah tamu bertajuk ‘Teknologi geosintetik untuk efektivitas perbaikan tanah pada konstruksi gedung dan sipil’ diisi oleh Azmi Lisani Wahyu, S.T., M.T., dari PT Teknindo Geosistem Unggul. Sementara itu, guest lecture berjudul ‘Built environment for sustainable construction’ diisi oleh Asst. Prof. Ts. Sr Dr. Nadzirah Hj. Zainordin, CQS, FRISM.
Azmi Lisani Wahyu menjelaskan bahwa MoU dengan Polinema dalam bentuk tri dharma perguruan tinggi. Dosen dan mahasiswa Polinema dapat melakukan riset maupun pengabdian di PT Teknindo Geosistem Unggul.
“Ini kerjasama ke-37 kami dengan perguruan tinggi, dalam hal ini Polinema. Sudah lebih dari 10 tahun kami lakukan berbagai kerjasama dengan Perguruan Tinggi, itu sebagai aksi nyata kerjasama praktisi dengan akademisi,” ujar Azmi saat diwawancarai.
PT Teknindo Geosistem Unggul sebagai kontraktor ingin berbagi pengalaman terkait proyek yang sudah dilakukan. Azmi Lisani menegaskan, pihaknya siap mendukung data untuk proyek tugas akhir seperti tesis dan skripsi yang dibutuhkan mahasiswa Polinema.
MoU dengan Polinema akan dilanjutkan dengan kerjasama magang industri, kerja praktek lapangan, pengabdian, dan berbagai hal lain. Pihaknya juga mendukung untuk pendidikan, khususnya di teknologi perbaikan tanah.
“Tidak hanya kerjasama, tetapi kami juga langsung mengimplementasikan dengan kuliah tamu terkait teknologi geosintetik. Saya akan berbagai ilmu tentang teknologi geosintetik untuk efektivitas perbaikan tanah pada konstruksi gedung dan sipil,” ujar direktur teknik PT Teknindo Geosistem Unggul Surabaya tersebut.
Nadzirah Hj. Zainordin menjelaskan bahwa University Malaysia dan Polinema tidak hanya menjajaki kerjasama bidang akademik, tetapi juga untuk student mobility, pertukaran dosen, dan kerjasama dalam bidang penelitian.
Keduanya juga menjajaki berbagai kemungkinan kerjasama antara dua institusi. “Something exchange we can expert between us,” ungkap Nadzirah.
Sementara itu, Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., menjelaskan bahwa pihaknya telah memiliki sekitar 600 MoU dengan berbagai institusi. Tahun 2024 ini, Polinema menargetkan implementasi dari nota kesepahaman dengan berbagai pihak.
“600an MoU itu kita harap bisa terimplementasi agar lebih riil sehingga dapat bermanfaat bagi kedua pihak. Kita akan segera menindaklanjuti kesepahaman dengan diskusi, termasuk yang hari ini baru kita tanda tangani,” ungkap Direktur kepada beritajatim.com.

Supriatna menegaskan, Polinema terbuka untuk kerjasama dengan semua pihak agar terus berdampak dan bermanfaat untuk pihak yang kerja sama. Dia berharap jalinan kerjasama bisa bermanfaat bagi pihak lain dari aktivitas hasil kesepahaman.
“Kita harap, keberadaan Polinema bermanfaat seluas luasnya bagi seluruh elemen masyarakat, tidak hanya di dalam negeri , tetapi juga warga masyarakat di luar negeri. Kita berharap polinema bisa memperbanyak jejaring mitra di luar negeri, dunia usaha dunia industri, masyarakat umum, pemerintah daerah maupun pusat,” tegasnya.
Sementara itu, terkait kuliah tamu dan guest lecturer diadakan untuk memberi tambahan wawasan pada mahasiswa, khususnya dari Teknik Sipil. Dengan tajuk 2in1 artinya terjalin interaksi dan berbagi wawasan antara akademisi dan praktisi.
“Ke depan kita harap tidak hanya 2 sisi, tapi 4 pihak yang kita libatkan, baik dari akademisi, dari alumni, praktisi di industri, maupun pemerintahan,” ungkap Direktur Polinema menutup. [dan/but]






