Malang (beritajatim.com) – Politeknik Negeri Malang (Polinema) mencatatkan sejarah baru sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang mendapatkan penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) atas inovasi pengembangan media wisata digital Travelinkcenter melalui program pembelajaran berbasis proyek. Kolaborasi multidisipliner ini dilakukan bersama PT Mitra Transwisata Cendekia (Malang Tourism Center/MTC) dan diumumkan dalam acara puncak Dies Natalis ke-43 Polinema di Graha Polinema, Rabu (18/6/2025) malam.
Penghargaan kepada Polinema tercatat sebagai Rekor LEPRID ke-909 itu diberikan karena kolaborasi unik antara dunia pendidikan dan industri dalam mengembangkan Travelinkcenter sebagai platform promosi pariwisata berbasis digital. Inovasi ini dinilai belum pernah ada sebelumnya di Indonesia karena melibatkan berbagai program studi dan jurusan secara lintas disiplin.
Direktur Polinema, Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud transformasi Polinema dalam membangun kemandirian dan keunggulan melalui pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Dalam model ini, mahasiswa didorong terlibat langsung menyelesaikan masalah nyata dari dunia industri.
“Kami tidak menyangka akan mendapat penghargaan. Tapi memang proyek ini kami rancang agar mahasiswa terbiasa menyelesaikan persoalan nyata, belajar bekerja dalam tim, dan lintas keilmuan. Ini bagian dari persiapan menghadapi dunia kerja yang kompleks,” jelas Supriatna.
Ia menambahkan bahwa program ini sudah melibatkan dua jurusan dan enam program studi dari bidang teknologi informasi, administrasi niaga, hingga bahasa dan pariwisata. Mahasiswa yang tergabung diberi kesempatan bekerja sama dengan MTC dalam proyek pengembangan Travelinkcenter yang menjadi model pembelajaran berbasis kasus di industri pariwisata.
Paulus Pangka, Pendiri dan Ketua Umum LEPRID, menyatakan bahwa penghargaan ini diberikan setelah pihaknya memverifikasi proposal dari MTC yang diajukan enam bulan sebelumnya. Setelah dilakukan kajian dan kunjungan lapangan, LEPRID menyimpulkan bahwa kolaborasi semacam ini belum pernah dilakukan di Indonesia.
“Biasanya kerja sama pengembangan digital hanya dari satu bidang. Tapi Polinema dan MTC ini memadukan banyak keilmuan – dari teknik, pariwisata, bahasa, hingga manajemen. Ini pertama kali terjadi di Indonesia dan menjadi rekor tersendiri,” kata Paulus.
LEPRID mencatat rekor ini sebagai “Pengembangan Media Wisata Digital Travelinkcenter untuk Promosi Pariwisata melalui Program Pembelajaran Berbasis Proyek: Pendekatan Multidisipliner Kolaborasi antara Polinema dan MTC.”
Terdapat beberapa jurusan yang turut terlibat dalam rekor ini antara lain: Jurusan Teknologi Informasi dan Jurusan Administrasi Niaga Polinema, Prodi D4 Sistem Informasi Bisnis, Teknik Informatika, Manajemen Pemasaran, Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, Bahasa Inggris untuk Industri Pariwisata, dan Usaha Perjalanan Wisata.
Sementara itu, CEO PT Mitra Transwisata Cendekia, Sugiyanto, menjelaskan bahwa kolaborasi ini akan terus dikembangkan secara bertahap agar mampu menjembatani mahasiswa dengan dunia industri secara berkelanjutan. Ia menyebut kolaborasi ini sebagai bagian dari pendekatan pentahelix yang melibatkan akademisi, industri, pemerintah, komunitas, dan media.
“Mahasiswa kami bimbing sejak awal agar siap masuk industri. Lewat platform ini, kami berharap bisa membangun kesadaran kolektif agar semua pihak mau bergandengan tangan memajukan pariwisata melalui teknologi,” ujarnya.

Sugiyanto juga menegaskan bahwa Travelinkcenter adalah langkah awal menuju pengembangan lebih besar di sektor pariwisata digital nasional, dengan target kebermanfaatan luas bagi masyarakat dan dunia pendidikan.
Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) adalah institusi independen yang mencatat dan mengapresiasi prestasi insan Indonesia secara profesional dan transparan. Lembaga ini didirikan oleh Paulus Pangka, SH dan telah disahkan secara hukum melalui berbagai legalitas, termasuk Kementerian Hukum dan HAM dan Pengadilan Negeri Semarang.
Dengan diraihnya penghargaan LEPRID ini, Polinema menegaskan perannya sebagai pelopor pendidikan vokasi yang relevan dan adaptif terhadap tantangan zaman. Inovasi ini juga menjadi wujud nyata kontribusi pendidikan tinggi dalam pembangunan sektor pariwisata digital berbasis kolaborasi industri. [ADV/dan}






